Tehran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan bahwa Iran terus berperan sebagai “pembawa panji” dalam kampanye internasional melawan senjata pemusnah massal.
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut saat Iran memperingati peringatan ke-39 pemboman kimia terhadap kota Sardasht di barat laut Iran oleh rezim Baath Irak pada masa lalu.
“Iran tetap menjadi pembawa panji dalam perjuangan melawan senjata pemusnah massal,” ujar Araghchi dalam pesan yang dibacakan pada sebuah upacara peringatan, seraya berjanji untuk terus memperjuangkan keadilan bagi para penyintas serangan kimia.
Menteri luar negeri tersebut memanfaatkan peringatan Sardasht—yang diperingati sebagai Hari Nasional Iran dalam melawan senjata kimia dan biologi—untuk membandingkan posisi Tehran dengan dukungan berkelanjutan sejumlah pemerintah Barat terhadap kekuatan agresor. Ia menarik hubungan langsung antara serangan tahun 1987 tersebut dengan “agresi jahat” Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran baru-baru ini.
Araghchi mengatakan bahwa hambatan hukum dan prosedural tidak akan mengurangi tekad Tehran untuk menuntut pertanggungjawaban.
Ia juga menyatakan bahwa serangan kimia selama Perang Iran-Irak dimungkinkan oleh dukungan dan sikap diam sejumlah pemerintah Barat, yang menurutnya telah membantu mempersenjatai rezim diktator Irak saat itu, Saddam Hussein, dengan senjata pemusnah massal.


