Al-Quds, Purna Warta – Serangan Israel yang terus berlangsung semakin meningkat di Jalur Gaza yang terkepung dan Tepi Barat yang diduduki, menewaskan warga sipil serta memperluas penangkapan, penggerebekan, dan pemboman.
Sumber-sumber lokal menyatakan bahwa seorang remaja berusia 15 tahun, Riyad Naji Nimr Abu Nimr, tewas akibat pecahan peluru dari serangan drone Israel di wilayah Qizan Abu Rashwan, selatan Khan Yunis.
Seorang warga Palestina lainnya juga tewas akibat tembakan tentara Israel di dekat bundaran Bani Suheila, di timur kota tersebut.
Serangan artileri Israel terus menargetkan lingkungan al-Tuffah di timur Gaza City, sementara pemboman kembali terjadi di bagian timur kota itu.
Pemboman dan serangan artileri juga berlanjut di wilayah Beit Lahia serta kawasan timur Khan Yunis.
Pada Sabtu, seorang warga Palestina bernama Mohammed al-Sayed Suleiman Sbeitan tewas dalam serangan drone Israel di dekat Menara al-Qastal, timur Deir al-Balah, Gaza tengah.
Korban lainnya, Ammar Talal Ahmed Abu Shab, tewas akibat tembakan Israel di wilayah al-Satar al-Sharqi, utara Khan Yunis.
Serangan-serangan ini terjadi di tengah berlanjutnya agresi militer Israel meskipun terdapat perjanjian gencatan senjata.
Jumlah warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata diumumkan pada 11 Oktober telah meningkat menjadi 828 orang, dengan 2.342 lainnya terluka. Otoritas juga melaporkan penemuan kembali 767 jenazah dalam periode yang sama.
Sementara itu, penggerebekan dan penangkapan oleh pasukan Israel juga meningkat di berbagai kota di Tepi Barat, termasuk Jenin, Bethlehem, Hebron, Tulkarm, dan Ramallah pada Minggu.
Di desa Arana, timur laut Jenin, pasukan Israel menangkap Hamza Munther Hanani dan Haitham Ahmed al-Saleh dalam sebuah penggerebekan.
Di Qabatiya, selatan Jenin, tentara menangkap Islam Daghlas dan saudaranya Abdullah setelah menggerebek rumah mereka. Sumber lokal menyebutkan pasukan Israel juga menyita empat ekor gazelle selama operasi tersebut.
Penggerebekan tambahan juga menargetkan sejumlah rumah di wilayah tersebut.
Di Tulkarm, pasukan Israel menggerebek rumah-rumah di kota Saida, utara kota, dan dilaporkan mengubah beberapa rumah menjadi barak militer.
Di Bethlehem, tentara Israel menyerbu kamp pengungsi Dheisheh dan menahan jurnalis Islam Amarna serta Fayez Muhammad Rabay’a setelah menggerebek dan menggeledah rumah mereka.
Rabay’a diketahui sebelumnya ditembak oleh pasukan Israel saat berusaha menuju tempat kerjanya di Yerusalem yang diduduki.
Pasukan Israel juga memasuki wilayah Beit Sahour, Za’tara, al-Khader, Tuqu’, Beit Fajjar, Harmala, dan Abu Njeim.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan oleh pasukan dan pemukim Israel di Tepi Barat sejak Oktober 2023, yang telah menewaskan sedikitnya 1.155 warga Palestina, melukai sekitar 11.750 orang, serta menyebabkan penangkapan terhadap sekitar 22.000 lainnya.


