New York, Purna Warta – Kantor Hak Asasi Manusia PBB di wilayah Palestina yang diduduki menyatakan pada Minggu bahwa Gaza telah menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis, dengan sedikitnya 295 pekerja media terverifikasi tewas dalam serangan Israel sejak dimulainya perang.
Dalam pernyataan di platform X, kantor tersebut menyerukan tindakan segera yang melampaui sekadar kecaman, termasuk tuntutan pertanggungjawaban, perlindungan bagi jurnalis, serta akses media independen ke wilayah yang terkepung itu.
“Gaza adalah tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis,” demikian pernyataan kantor tersebut.
Lembaga itu menyebut telah memverifikasi kematian 295 jurnalis dalam serangan Israel di Gaza, angka yang sangat tinggi dan mencerminkan dampak serius terhadap kalangan pekerja media.
Badan PBB tersebut juga menyoroti krisis kemanusiaan yang lebih luas, dengan menyatakan bahwa sejak 7 Oktober 2023, perang yang berlangsung di Gaza telah menyebabkan puluhan ribu warga Palestina tewas dan terluka, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Banyak korban dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Pernyataan itu disampaikan bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Sedunia, dengan Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk menggambarkan situasi tersebut sebagai “jebakan mematikan bagi media.”
Kelompok-kelompok hak asasi manusia berulang kali menuduh Israel secara sengaja menargetkan jurnalis, keluarga mereka, serta kantor media, dalam upaya membungkam pemberitaan mengenai situasi di Gaza.
Pemerintah Israel juga disebut tidak mengizinkan media independen asing memasuki wilayah tersebut, mengendalikan arus informasi, serta secara rutin menghambat kerja jurnalis Palestina.
Kantor HAM PBB mendesak komunitas internasional untuk melampaui kecaman verbal dan mengambil langkah konkret guna memastikan pertanggungjawaban atas pembunuhan tersebut, melindungi jurnalis dari bahaya lebih lanjut, serta memberikan akses penuh bagi media independen untuk mendokumentasikan peristiwa yang terjadi di Gaza.


