Sanders: Israel “Tidak Berhak Melakukan Genosida” di Gaza dan Tidak Sepantasnya Lagi Menerima Dana Pajak AS

no right

Washington, Purna Warta – Senator independen Amerika Serikat, Bernie Sanders, menyatakan bahwa Israel “tidak memiliki hak untuk melakukan genosida” di Jalur Gaza yang terkepung. Ia juga menegaskan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu “tidak boleh menerima satu sen pun lagi dari uang pembayar pajak Amerika.”

Baca juga: Qalibaf: Hamas Akan Semakin Berkembang di Bawah Kepemimpinan Khalil Al-Hayya

Berbicara dalam sebuah acara di Minnesota pada Selasa, senator senior dari Vermont itu mengecam keras operasi militer Israel di wilayah Palestina tersebut. Menurut Sanders, Israel “tidak memiliki hak untuk melancarkan perang total terhadap rakyat Palestina.”

“Israel tidak memiliki hak untuk membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina, yang sebagian besar adalah perempuan, anak-anak, dan lanjut usia. Israel juga tidak memiliki hak untuk melukai 173.000 orang,” kata Sanders.

Politikus senior Amerika Serikat itu juga mengecam penghancuran infrastruktur sipil di Gaza oleh Israel.

“Israel tidak memiliki hak untuk menghancurkan hampir seluruh infrastruktur Gaza, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, sistem air bersih, instalasi pengolahan air limbah, dan jaringan listrik. Israel juga tidak memiliki hak untuk merusak atau menghancurkan 92 persen unit perumahan di Gaza,” ujarnya.

“Dengan kata lain, Israel tidak memiliki hak untuk melakukan genosida terhadap rakyat Gaza. Rezim ekstremis Netanyahu di Israel tidak boleh menerima satu sen pun lagi dari uang pembayar pajak Amerika,” tambah Sanders.

Pada Mei lalu, Sanders juga menyerukan kepada Kongres Amerika Serikat agar tidak lagi menyetujui apa yang disebutnya sebagai “cek kosong” bagi “penjahat perang” seperti Benjamin Netanyahu.

Berdasarkan perjanjian selama 10 tahun yang ditandatangani pada 2016, Amerika Serikat berkomitmen memberikan bantuan militer senilai 38 miliar dolar AS kepada Israel hingga 2028. Paket tersebut mencakup alokasi sekitar 5 miliar dolar AS untuk sistem pertahanan rudal Iron Dome.

Pada Maret, Sanders mengajukan tiga rancangan resolusi yang bertujuan memblokir penjualan senjata kepada Israel senilai hampir 660 juta dolar AS.

Baca juga: Kepala Biro Politik Hamas yang Baru Sampaikan Pesan Perdana: “Kami Tidak Takut Syahid” 

Serangan Israel di Gaza dilaporkan terus berlanjut meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Menurut data yang dikutip dalam artikel ini, sejak saat itu sebanyak 1.168 warga Palestina tewas dan 3.798 lainnya mengalami luka-luka.

Operasi militer tersebut telah menyebabkan kerusakan luas di wilayah Gaza dan memperdalam krisis kemanusiaan yang memengaruhi sekitar 2,4 juta penduduknya.

Tuduhan mengenai tindakan genosida Israel di Gaza saat ini juga menjadi bagian dari proses hukum yang masih berlangsung di sejumlah forum peradilan internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *