Tehran, Purna Warta – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan bahwa gerakan perlawanan Palestina Hamas akan semakin berkembang di bawah kepemimpinan politik yang baru, Khalil Al-Hayya.
Baca juga: Kepala Biro Politik Hamas yang Baru Sampaikan Pesan Perdana: “Kami Tidak Takut Syahid”
Dalam pesan yang disampaikan pada Selasa untuk mengucapkan selamat atas pengangkatan Al-Hayya sebagai Kepala Biro Politik Hamas, Qalibaf mengatakan bahwa terpilihnya pemimpin baru Hamas lahir dari situasi yang ia gambarkan sebagai “api dan darah”, merujuk pada perang di Gaza yang oleh Iran dan Hamas disebut sebagai genosida.
Menurut Qalibaf, Al-Hayya akan melanjutkan perjuangan dua pemegang jabatan sebelumnya, yakni Ismail Haniyeh dan Yahya Sinwar.
“Dengan berbekal warisan politik dan perjuangan Syahid Haniyeh serta tekad yang tak tergoyahkan dari Syahid Sinwar, saya yakin Anda akan terus mengibarkan panji perlawanan dengan semakin membanggakan di hadapan pihak pendudukan,” ujar Ketua Parlemen Iran tersebut.
Haniyeh tewas dalam serangan udara Israel di ibu kota Iran, Teheran, pada Juli 2024 ketika menghadiri upacara pelantikan Presiden Masoud Pezeshkian. Sementara itu, Sinwar tewas di Gaza pada Oktober tahun yang sama dalam pertempuran melawan pasukan Israel, menurut Hamas.
Qalibaf menggambarkan Haniyeh dan Sinwar sebagai dua “pahlawan yang teguh”, seraya menyatakan bahwa kematian keduanya menjadi “awal babak baru kemarahan suci rakyat Palestina terhadap Zionisme.”
Ia juga menegaskan bahwa Iran akan terus berdiri bersama kepemimpinan Hamas dan para pejuang Palestina yang bertempur di lapangan sebagai bagian dari kebijakan Iran untuk mendukung apa yang disebutnya sebagai perjuangan utama umat Islam, yakni pembebasan Al-Quds (Yerusalem) dari pendudukan Israel.
Baca juga: Profil: Siapa Khalil Al-Hayya, Kepala Biro Politik Hamas yang Baru dan Penerus Yahya Sinwar?
Hamas telah menguasai Jalur Gaza sejak 2007. Wilayah pesisir di Laut Mediterania tersebut dihuni lebih dari dua juta warga Palestina.
Dalam struktur organisasinya, Hamas memiliki seorang pemimpin yang berbasis di Gaza serta seorang kepala biro politik yang umumnya berkedudukan di luar negeri dan bertugas mengatur hubungan organisasi tersebut dengan pemerintah serta berbagai pihak di tingkat internasional.


