Kepala Biro Politik Hamas yang Baru Sampaikan Pesan Perdana: “Kami Tidak Takut Syahid” 

Hayya

Gaza, Purna Warta – Khalil al-Hayya, pemimpin senior Hamas dan calon legislatif utama Hamas, tersenyum saat diwawancarai AFP di kantornya di Kota Gaza pada 21 April 2021.

Baca juga: Profil: Siapa Khalil Al-Hayya, Kepala Biro Politik Hamas yang Baru dan Penerus Yahya Sinwar?

Khalil al-Hayya, kepala Biro Politik Hamas yang baru terpilih, menegaskan dalam pesan pertamanya sebagai pemimpin bahwa perlawanan Palestina tidak akan gentar menghadapi pembunuhan terhadap anak-anak mereka maupun gugurnya para pemimpin organisasi tersebut.

“Kami mengatakan kepada pihak pendudukan bahwa kami adalah pemilik sebuah perjuangan. Pembunuhan terhadap anak-anak kami maupun gugurnya para pemimpin kami tidak akan membuat kami takut atau menanamkan rasa gentar di hati kami,” kata Al-Hayya.

Pemimpin senior Hamas tersebut terpilih pada Senin untuk menggantikan Yahya Sinwar, yang tewas dalam operasi militer Israel di Gaza pada Oktober 2024.

Al-Hayya, yang dikenal sebagai salah satu tokoh dekat Sinwar, sebelumnya menjabat sebagai kepala negosiator Hamas dalam pembicaraan gencatan senjata dan dipandang sebagai salah satu figur sentral dalam organisasi tersebut setelah kematian Sinwar dan Ismail Haniyeh.

Lahir di Gaza pada 1960, Al-Hayya telah menjadi bagian dari Hamas sejak organisasi itu didirikan pada 1987 dan memiliki gelar doktor dalam bidang studi Islam.

Ia pernah menjabat sebagai wakil Yahya Sinwar dan mengambil alih kepemimpinan Hamas di Gaza pada Oktober 2024 setelah Sinwar tewas.

Al-Hayya juga memimpin tim negosiasi Hamas dalam pembicaraan mengenai gencatan senjata dan pembebasan sandera/tahanan, dengan memimpin delegasi dalam perundingan tidak langsung dengan Israel melalui mediator dari Mesir dan Qatar.

Sepanjang kariernya, Al-Hayya beberapa kali selamat dari upaya pembunuhan yang dikaitkan dengan Israel.

Pada September 2025, ia selamat dari serangan Israel yang menargetkan pertemuan para pemimpin Hamas di Doha. Serangan tersebut menewaskan lima anggota Hamas, termasuk salah satu putranya.

Baca juga: Komandan Pasukan Quds: Kejahatan Israel Membuat Perlawanan Islam “Lebih Kuat dari Sebelumnya”

Sebelumnya, pada 2007, serangan udara Israel terhadap rumah keluarganya menewaskan delapan anggota keluarga besarnya. Dua putranya lainnya juga tewas dalam serangan Israel pada kesempatan berbeda, sementara putra keempatnya meninggal dalam serangan Israel di Gaza pada Mei.

Putranya yang lain, Hamza, yang merupakan komandan lapangan Brigade Al-Qassam, tewas dalam pertempuran pada 2008.

Al-Hayya mengambil alih kepemimpinan Hamas pada saat operasi militer Israel di Gaza masih terus berlangsung, sementara Hamas menyatakan tetap melanjutkan perlawanannya terhadap Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *