Al-Quds, Purna Warta – Militer Israel melaporkan terjadinya sebuah operasi yang disebut sebagai serangan anti-Israel di dekat permukiman Elon Moreh, wilayah Nablus, Tepi Barat yang diduduki.
Baca juga: Hamas: Serangan Pemukim terhadap Masjid Al-Aqsa Merupakan Upaya Yahudisasi Situs Suci Tersebut
Menurut laporan Al Jazeera, militer Israel dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa laporan awal menunjukkan telah terjadi sebuah insiden yang melibatkan senjata tajam (serangan penusukan) di sekitar permukiman Elon Moreh di wilayah Nablus.
Sementara itu, surat kabar Israel Israel Hayom, mengutip sumber-sumber yang mengetahui kejadian tersebut, melaporkan bahwa seorang warga Israel yang disebut sebagai pemukim di wilayah pendudukan terluka dalam insiden penusukan di dekat permukiman Elon Moreh.
Surat kabar tersebut menambahkan bahwa dalam kejadian itu, dua warga Palestina juga menjadi sasaran tembakan.
Saluran televisi Israel Channel 12 melaporkan bahwa seorang pemukim Israel mengalami luka serius dalam serangan menggunakan senjata tajam di wilayah timur Nablus.
Latar Belakang Situasi Keamanan di Tepi Barat
Insiden di Nablus terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Tepi Barat yang diduduki. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut mengalami peningkatan operasi militer Israel, serangan terhadap warga Palestina, serta aksi kekerasan yang melibatkan pemukim Israel.
Kawasan Nablus, khususnya wilayah di sekitar permukiman Israel seperti Elon Moreh, merupakan salah satu daerah yang sering menjadi titik ketegangan karena keberadaan permukiman Israel yang dianggap ilegal oleh sebagian besar komunitas internasional berdasarkan hukum internasional. Israel menolak pandangan tersebut dan menyatakan bahwa status wilayah tersebut harus diselesaikan melalui perundingan politik.
Ketegangan antara Pemukim Israel dan Warga Palestina
Kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional telah berulang kali melaporkan meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh sebagian pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat, termasuk serangan terhadap rumah, lahan pertanian, dan kendaraan.
Ketegangan di Tepi Barat semakin meningkat sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023, dengan meningkatnya operasi penangkapan, bentrokan bersenjata, dan serangan terhadap warga sipil Palestina.


