Ribuan Pemukim Israel, Dipimpin Ben-Gvir, Masuki Kompleks Masjid Al-Aqsa

Gvir

Al-Quds, Purna Warta – Ribuan pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem Timur (Al-Quds) dengan dalih memperingati kehancuran dua Bait Suci Yahudi pada zaman kuno. Aksi tersebut kembali memicu ketegangan di kawasan yang menjadi salah satu situs paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.

Baca juga: DPR AS Sahkan RUU Anggaran Pertahanan Senilai US$1,15 Triliun, Perkuat Kerja Sama Militer dengan Israel

Kantor berita resmi Palestina, WAFA, mengutip Pemerintah Provinsi Yerusalem (Al-Quds), melaporkan pada Rabu bahwa di antara rombongan yang memasuki kompleks masjid tersebut terdapat Menteri Keamanan Nasional Israel dari kubu sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, serta anggota Knesset, Amit Halevi.

Menurut laporan tersebut, selama berada di dalam kompleks, Halevi melakukan ritual keagamaan Yahudi yang disebut sebagai ritual Talmud dan mengibarkan bendera Israel. Pemerintah Provinsi Yerusalem menyatakan tindakan itu sebagai aksi provokatif yang melanggar status quo historis dan hukum yang mengatur pengelolaan Masjid Al-Aqsa.

Pemerintah Provinsi Yerusalem juga menyebutkan bahwa kepolisian Israel mengizinkan setiap kelompok yang memasuki kompleks berjumlah sekitar 150 orang.

Selain itu, otoritas Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel terus memberlakukan pembatasan ketat di pintu-pintu masuk Masjid Al-Aqsa dan kawasan Kota Tua di sekitarnya. Personel keamanan Israel juga dikerahkan dalam jumlah besar di halaman kompleks masjid, yang menurut laporan tersebut menghambat akses para jamaah Muslim ke lokasi.

Disebutkan pula bahwa hanya sedikit jamaah yang berhasil memasuki Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan salat Subuh sebelum pasukan Israel dilaporkan melakukan tindakan terhadap sejumlah warga.

Sebelumnya, Hamas telah memperingatkan adanya rencana kelompok-kelompok Yahudi garis keras untuk menggelar kunjungan besar-besaran pemukim ke kompleks Masjid Al-Aqsa pada Kamis. Kelompok tersebut menyatakan kegiatan itu dilakukan untuk memperingati kehancuran Bait Suci Pertama dan Kedua di Yerusalem, yang dalam tradisi Yahudi diyakini dihancurkan oleh Babilonia dan Romawi.

Hamas mengecam rencana tersebut dan menyebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian situs suci Islam serta provokasi langsung terhadap umat Islam di seluruh dunia.”

Dalam pernyataannya pada Rabu, Hamas juga menuduh adanya upaya berkelanjutan untuk mengubah identitas agama dan sejarah Yerusalem. Hamas turut menyoroti laporan mengenai simbol “Mesias” yang dilukiskan pada batu-batu di halaman timur kompleks Masjid Al-Aqsa, yang menurutnya merupakan tindakan agresif yang tidak boleh diabaikan.

“Tindakan seperti ini akan memicu kemarahan yang lebih besar, lebih banyak konfrontasi, dan perlawanan terhadap rezim pendudukan serta kelompok-kelompok pemukimnya, yang tidak akan menemukan ketenangan di tanah maupun tempat-tempat suci kami,” demikian pernyataan Hamas.

Baca juga: Israel Bangun Penghalang Jauh Melewati “Garis Kuning”, Kendalikan Hingga 65 Persen Wilayah Gaza

Hamas juga menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa akan tetap menjadi tempat suci umat Islam dan menolak segala bentuk upaya yang disebutnya sebagai “Yudaisasi” terhadap kawasan tersebut.

Di akhir pernyataannya, Hamas menyerukan kepada warga Palestina di Yerusalem dan wilayah Palestina yang diduduki sejak 1948 untuk terus mengunjungi Masjid Al-Aqsa serta meningkatkan kehadiran mereka di halaman dan kawasan sekitarnya guna menjaga situs tersebut.

Kompleks Masjid Al-Aqsa, yang terletak di atas Plaza Tembok Barat (Western Wall), mencakup Kubah Batu (Dome of the Rock) dan Masjid Al-Aqsa.

Berdasarkan pengaturan status quo yang telah berlaku selama beberapa dekade antara Yordania—sebagai penjaga situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem—dan Israel setelah pendudukan Yerusalem Timur pada 1967, non-Muslim diperbolehkan mengunjungi kompleks tersebut pada waktu-waktu tertentu, namun tidak diperkenankan melaksanakan ibadah di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *