Israel Bangun Penghalang Jauh Melewati “Garis Kuning”, Kendalikan Hingga 65 Persen Wilayah Gaza

Bangunan Gaza

Gaza, Purna Warta – Militer Israel dilaporkan tengah membangun penghalang darat yang membentang hingga ratusan meter melewati apa yang dikenal sebagai “garis kuning” (yellow line) di Jalur Gaza. Penghalang tersebut dinilai semakin membagi wilayah Gaza sekaligus memperluas kehadiran militer Israel di kawasan itu.

Baca juga: Kepala Hamas yang Baru: Keamanan Rakyat Palestina Menjadi Kunci Stabilitas Asia Barat

“Garis kuning” merupakan garis demarkasi tempat pasukan Israel seharusnya mundur berdasarkan tahap pertama perjanjian gencatan senjata di Gaza yang mulai berlaku pada Oktober. Berdasarkan peta militer Israel, garis tersebut membentang sekitar 1,5 hingga 6,5 kilometer dari perbatasan timur Gaza dengan wilayah yang diduduki Israel dan mencakup sekitar 58 persen wilayah Jalur Gaza.

Surat kabar Israel Haaretz, mengutip hasil investigasi berdasarkan citra satelit terbaru, melaporkan bahwa penghalang baru itu terutama terdiri atas tanggul tanah dan parit. Pembangunannya disebut telah memperluas wilayah yang berada di bawah kendali militer Israel hingga sekitar 65 persen Jalur Gaza.

Menurut laporan tersebut, jalur penghalang di beberapa bagian membentang ratusan meter melewati “garis kuning” hingga memasuki wilayah yang pada saat gencatan senjata diumumkan berada di bawah kendali Hamas.

Di salah satu bagian Gaza selatan, Haaretz melaporkan penghalang itu melampaui “garis kuning” lebih dari satu kilometer.

Di Rafah, penghalang tersebut disebut melintasi “garis kuning” hingga sekitar 1.300 meter pada salah satu titik.

Laporan itu menyebut militer Israel telah mengerjakan pembangunan penghalang tersebut selama beberapa bulan terakhir dan terus memperluasnya secara bertahap.

Citra satelit juga menunjukkan bahwa personel militer Israel secara sistematis menghancurkan sebagian besar lahan di sekitar “garis kuning”, meratakan permukiman, merusak lahan pertanian, membangun jalur transportasi baru, serta mendirikan pangkalan militer di atas bekas kawasan permukiman Palestina. Foto-foto satelit tersebut juga memperlihatkan bahwa proses pembangunan berlangsung dengan cepat.

Baca juga: Sidang Pete Hegseth di Senat Dinilai Mengungkap Jalan Menuju Bencana Militer Terbesar Amerika di Iran

Perluasan penghalang tersebut dinilai sebagai upaya Israel untuk membagi wilayah Jalur Gaza menjadi beberapa bagian.

Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, operasi militer Israel masih terus berlangsung setiap hari. Data yang dikutip dalam artikel ini menyebut sedikitnya 1.168 warga Palestina tewas dan 3.798 lainnya mengalami luka-luka sejak gencatan senjata berlaku.

Sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip dalam naskah ini, sekitar 73.300 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka. Selain itu, sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza dilaporkan mengalami kerusakan atau hancur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *