Gaza, Purna Warta – Kepala Hamas yang baru ditunjuk, Khalil Al-Hayya, menyatakan bahwa stabilitas kawasan Asia Barat tidak dapat tercapai tanpa adanya keamanan bagi rakyat Palestina. Ia juga menegaskan bahwa perang Israel di Jalur Gaza tetap menjadi sumber utama ketidakstabilan di kawasan tersebut.
Dalam pidato televisi pertamanya sejak menjabat sebagai Kepala Biro Politik Hamas pada Rabu, Al-Hayya mengatakan bahwa perkembangan terbaru di kawasan menunjukkan bahwa “stabilitas rakyat Palestina adalah kunci bagi stabilitas kawasan.”
Ia mendesak masyarakat internasional mengambil langkah untuk menghentikan operasi militer Israel di Gaza. Menurutnya, “standar keadilan akan runtuh sepenuhnya” apabila dunia gagal melindungi rakyat Palestina di wilayah yang terkepung tersebut.
Al-Hayya kembali menegaskan bahwa prioritas utama Hamas adalah mengakhiri secara menyeluruh operasi militer Israel di Gaza serta memastikan penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah pesisir tersebut.
Ia juga menyerukan kepada negara-negara yang menjadi mediator dalam perundingan gencatan senjata agar menekan Israel untuk melaksanakan kesepakatan yang telah ada dan melanjutkan ke tahap berikutnya dalam proses tersebut.
Al-Hayya mengatakan Hamas tetap berkomitmen untuk memulihkan apa yang disebutnya sebagai “kehidupan yang bermartabat” bagi warga Gaza, mencegah pengungsian, mempercepat proses rekonstruksi, serta mengupayakan pembebasan para tahanan.
Ia menambahkan bahwa Hamas juga berupaya mewujudkan persatuan nasional Palestina melalui dialog yang segera dilaksanakan untuk membangun kembali lembaga-lembaga Palestina, khususnya Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi dan konsensus.
Menurut Al-Hayya, memperkuat hubungan Hamas dengan negara-negara Arab dan Muslim, menggalang dukungan regional untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai “mesin pembunuhan dan genosida” Israel di Gaza, serta mendorong masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melindungi rakyat Palestina dan meminta pertanggungjawaban pihak yang disebutnya sebagai “penjahat perang” Israel tetap menjadi prioritas utama gerakan tersebut.
Pada Senin, Hamas mengumumkan terpilihnya Al-Hayya sebagai Kepala Biro Politik organisasi itu, menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dalam operasi militer Israel di Kota Rafah, Gaza selatan, pada Oktober 2024.
Dalam pidatonya, Al-Hayya juga menegaskan tekadnya untuk melanjutkan perjuangan yang dijalankan Sinwar. Ia menyatakan Hamas akan tetap berkomitmen melawan pendudukan dan operasi militer Israel.


