Protes Meluas di Berbagai Wilayah Suriah Menentang Serangan dan Penyusupan Israel

syiria

Al-Quds, Purna Warta – Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di berbagai wilayah Suriah untuk memprotes penyusupan pasukan Israel ke provinsi-provinsi selatan negara tersebut. Aksi ini juga mengecam serangan yang terjadi pekan ini dan menewaskan seorang pria penyandang disabilitas.

Pada Jumat, warga Suriah menggelar demonstrasi di sejumlah lokasi, termasuk Damaskus dan Homs di Suriah tengah. Menurut laporan para koresponden AFP dan media pemerintah Suriah, para demonstran mengecam penyusupan serta serangan Israel di Provinsi Quneitra dan Daraa, yang terletak di wilayah selatan Suriah.

Di Damaskus, tepatnya di depan sebuah gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keluarga seorang pria Suriah yang diculik oleh Israel menuntut pembebasannya. Sejumlah anak membawa poster bertuliskan, “Saya ingin ayah saya.”

Salah seorang demonstran, Taysir al-Hariri, mengatakan kepada AFP bahwa aksi tersebut bertujuan menunjukkan kepada dunia bahwa rakyat Suriah tetap kuat dan bersatu dalam menghadapi “penyusupan Israel dan siapa pun yang berniat mengusik … keamanan nasional.”

Media pemerintah Suriah juga merilis rekaman demonstrasi lainnya yang memperlihatkan para peserta membawa poster bertuliskan, “Kami semua adalah Moaz.” Moaz Salameh al-Baair merupakan seorang pemuda dengan sindrom Down yang tewas akibat tembakan Israel pada Kamis, ketika pasukan Israel melakukan penyusupan di Provinsi Daraa.

Di kota Khan Arnabah, para demonstran membawa spanduk berbahasa Arab dan Inggris yang mengecam pelanggaran berulang kali oleh Israel. Mereka juga menuntut pembebasan warga Suriah yang diculik dan ditahan oleh pasukan Israel.

Pasukan Israel telah berulang kali melanggar wilayah Suriah melalui serangan udara dan penyusupan militer di sejumlah provinsi, terutama di wilayah selatan negara tersebut.

Serangan Israel terus berlangsung sejak rezim Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) mengambil alih kekuasaan setelah pemerintahan Bashar al-Assad tumbang pada Desember 2024.

Israel juga mengerahkan pasukannya ke zona penyangga yang berada di bawah pengawasan PBB. Wilayah seluas 235 kilometer persegi tersebut dibentuk pada 1974 berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang dimediasi PBB, dengan tujuan memisahkan pasukan Israel dan Suriah. Pasukan penjaga perdamaian PBB ditugaskan untuk memantau zona tersebut.

Suriah berulang kali mengecam penyusupan Israel sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya dan mendesak penarikan pasukan Israel dari wilayah Suriah.

Media pemerintah Suriah juga melaporkan bahwa pasukan Israel telah memperluas operasi militernya di sejumlah wilayah Provinsi Quneitra dan memblokir beberapa ruas jalan. Pasukan Israel juga berencana mempertahankan keberadaannya di apa yang disebut sebagai “zona keamanan” di Suriah selatan, tempat Israel berupaya membentuk wilayah demiliterisasi yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *