Prancis Tegaskan Tidak Memasok Senjata Ofensif ke Israel di Tengah Perang dengan Iran

Perancis1

Paris, Purna Warta – Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, Vautrin menegaskan bahwa Paris hanya mengizinkan penjualan komponen yang digunakan untuk sistem pertahanan udara.

“Tidak, Prancis tidak memasok senjata kepada Israel. Dalam konteks serangan terhadap Iran, yang diizinkan hanyalah penjualan komponen yang dimaksudkan untuk integrasi ke dalam sistem pertahanan udara seperti Iron Dome, serta peralatan yang secara eksklusif diperuntukkan bagi ekspor ulang, sebagian di antaranya juga dibutuhkan oleh angkatan bersenjata kami sendiri,” tulisnya.

Sikap Paris setelah pernyataan Macron

Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah Presiden Emmanuel Macron mengatakan bahwa Prancis tidak akan ikut serta dalam agresi terhadap Iran bersama United States dan Israel.

Komentar Macron itu memicu reaksi keras dari pihak Israel. Duta Besar Israel untuk Paris, Joshua Zarqa, pada hari berikutnya menyatakan bahwa Prancis tidak dapat dianggap sebagai sahabat bagi pemerintah Israel.

Latar belakang konflik

Konflik terbaru bermula ketika Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer berskala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Dalam operasi tersebut, menurut laporan media Iran, Pemimpin Revolusi Islam Ali Khamenei serta sejumlah komandan militer senior Iran dilaporkan tewas.

Serangan tersebut terjadi di tengah proses negosiasi tidak langsung antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir Iran yang disebut bersifat damai.

Sebagai tanggapan, angkatan bersenjata Iran meluncurkan serangkaian serangan balasan menggunakan rudal dan drone terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan Asia Barat serta posisi Israel di wilayah pendudukan.

Kekhawatiran eskalasi regional

Situasi tersebut memicu kekhawatiran internasional mengenai potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, menyerukan upaya de-eskalasi dan penyelesaian diplomatik untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.

Pengamat keamanan menilai posisi Paris mencerminkan upaya menyeimbangkan hubungan strategisnya dengan Israel sekaligus menghindari keterlibatan langsung dalam konflik yang semakin meningkat antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *