Ankara, Purna Warta – Di tengah berlanjutnya agresi para pemukim terhadap rakyat Palestina dan penyerbuan kaum Yahudi ekstremis ke Masjid Al-Aqsa, Kementerian Luar Negeri Turki meminta masyarakat internasional untuk mengadili para penjajah atas tindakan agresi tersebut.
Menurut laporan kantor berita Anadolu Agency, Kementerian Luar Negeri Turki melalui sebuah pernyataan menyerukan kepada masyarakat internasional agar bertindak untuk mencegah rezim Zionis lolos dari hukuman atas kejahatan-kejahatannya. Pernyataan itu menekankan perlunya mengadili para pelaku agresi yang terus berlangsung di Palestina yang diduduki.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan: “Kami meminta masyarakat internasional untuk memastikan bahwa Israel tidak lolos dari hukuman atas agresi yang terus berlanjut di Palestina, dan para penanggung jawab tindakan ini harus diadili di hadapan pengadilan.”
Kementerian Luar Negeri Turki juga mengecam keras serangan teroris dan pembunuhan warga sipil Palestina oleh para pemukim Zionis di berbagai wilayah Tepi Barat.
Sumber-sumber lokal Palestina pagi ini mengumumkan bahwa dalam serangan para pemukim Zionis semalam terhadap kawasan Beit Imrin di barat laut Nablus, delapan warga Palestina dari satu keluarga, termasuk seorang bayi yang masih menyusu, terluka. Para pemukim berusaha membakar rumah keluarga tersebut dan juga membakar sebuah mobil di kawasan itu.
Di sisi lain, kelompok-kelompok ekstremis yang dikenal sebagai “Haikal” telah menyebarkan seruan yang mendorong para pemukim untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa sambil membawa bendera rezim Zionis dalam rangka peringatan hari pendudukan Palestina.
Terkait hal ini, puluhan pemukim ekstremis sejak pagi hari ini, dengan dukungan militer Zionis, menyerbu Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Al-Maghariba.
Berdasarkan pengumuman Departemen Wakaf Islam di Yerusalem yang diduduki, para pemukim setelah memasuki halaman masjid melakukan tur provokatif dan melaksanakan ritual Talmud di bagian timur masjid.
Laporan-laporan juga menunjukkan bahwa sebagian dari mereka mengenakan pakaian bergambar bendera rezim Zionis dan berkumpul di halaman masjid sambil meneriakkan slogan di depan Kubah Shakhrah.
Pada saat yang sama, polisi rezim Zionis memberlakukan pembatasan ketat terhadap masuknya jamaah Palestina dengan menyita kartu identitas di pintu-pintu masuk masjid dan menerapkan pemeriksaan yang sangat ketat. Masjid Al-Aqsa, selain pada hari Jumat dan Sabtu, terus-menerus menjadi sasaran penyerbuan para pemukim dan tentara pendudukan Zionis; tindakan-tindakan yang dilakukan dalam rangka memperkuat kontrol dan menerapkan perubahan bertahap terhadap status masjid tersebut.


