Reaksi Mesir Terhadap Pengibaran Bendera Penjajah di Masjid Al-Aqsa

aqsa

Kairo, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Mesir dengan nada keras mengecam penyerbuan para pemukim Zionis ke Masjid Al-Aqsa serta pengibaran bendera rezim pendudukan di dalam kompleks tersebut.

Menurut laporan situs berita, Kementerian Luar Negeri Mesir dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa Kairo mengecam keras penyerbuan para pemukim Zionis ke Masjid Al-Aqsa yang dilakukan di bawah perlindungan polisi rezim Israel, serta pengibaran bendera Israel di halaman masjid tersebut. Mesir menilai tindakan itu sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan provokasi terhadap perasaan umat Muslim di seluruh dunia, yang berpotensi meningkatkan ketegangan serta melemahkan upaya deeskalasi dan pemulihan stabilitas.

Kementerian tersebut juga menyerukan kepada masyarakat internasional agar menjalankan tanggung jawabnya untuk mencegah terulangnya pelanggaran semacam ini. Mesir menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran jelas terhadap hukum internasional dan hukum humaniter.

Kairo juga menekankan penolakannya terhadap segala upaya yang dapat mengubah status historis dan hukum yang berlaku di Kota Yerusalem serta tempat-tempat suci Islam dan Kristen di dalamnya.

Lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri Mesir meminta komunitas internasional untuk memikul tanggung jawabnya dalam menghentikan pelanggaran berulang oleh rezim Zionis serta menghentikan tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan dan melemahkan peluang tercapainya gencatan senjata.

Di akhir pernyataannya, Mesir kembali menegaskan posisi tetapnya dalam mendukung hak sah rakyat Palestina, termasuk hak untuk mendirikan negara merdeka berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, sebagai bagian dari solusi yang adil dan menyeluruh atas القضية Palestina.

Sebelumnya, pada Selasa, para pemukim Zionis dalam penyerbuan ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki mengibarkan bendera Israel di dalam kompleks tersebut. Tindakan itu dilakukan di bawah perlindungan ketat polisi rezim pendudukan.

Eskalasi di Al-Aqsa

Ketegangan di Yerusalem kembali meningkat seiring dengan meningkatnya penyerbuan kelompok pemukim Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa dalam beberapa bulan terakhir. Aksi-aksi tersebut kerap dilakukan di bawah pengawalan aparat keamanan Israel, dan memicu kecaman dari berbagai negara Arab serta organisasi internasional karena dianggap mengancam status quo situs suci tersebut.

Sejumlah laporan internasional menyebut bahwa eskalasi di Al-Aqsa sering kali berdampak pada meningkatnya ketegangan di wilayah Tepi Barat dan Gaza, karena dianggap sebagai simbol sensitivitas keagamaan dan politik bagi umat Muslim Palestina. Kondisi ini juga kerap memicu bentrokan antara warga Palestina dan aparat Israel di sekitar wilayah Yerusalem.

Sementara itu, negara-negara Arab seperti Mesir dan Yordania secara konsisten menegaskan bahwa setiap perubahan terhadap status historis Masjid Al-Aqsa dapat memperburuk stabilitas kawasan. Yordania sendiri memiliki peran administratif atas situs suci tersebut berdasarkan kesepakatan lama, sehingga setiap tindakan sepihak Israel di lokasi itu terus menjadi sumber ketegangan diplomatik.

Di tingkat internasional, PBB dan sejumlah organisasi HAM berulang kali menyerukan penghormatan terhadap status quo tempat-tempat suci di Yerusalem serta perlindungan terhadap kebebasan beribadah, dengan peringatan bahwa provokasi berulang di lokasi sensitif tersebut berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *