Al-Quds, Purna Warta – Pesawat tempur Israel dilaporkan menyerang sebuah pangkalan udara militer yang sudah tidak digunakan di wilayah barat laut Suriah pada Selasa dini hari, hanya beberapa jam setelah delegasi militer Turki mengunjungi lokasi tersebut untuk meninjau rencana pemulihan landasan pacunya.
Seorang sumber keamanan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan kepada media lokal bahwa empat serangan udara menghantam landasan pacu pangkalan udara militer Abu al-Duhur, dekat Idlib.
Sumber tersebut menambahkan bahwa serangan menyebabkan kerusakan material pada landasan pacu, tetapi tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Pangkalan udara Abu al-Duhur terletak sekitar 50 kilometer di barat daya Aleppo, atau sekitar 300 kilometer dari wilayah yang diduduki Israel.
Sumber-sumber yang mengetahui perkembangan tersebut mengatakan serangan Israel terjadi hanya beberapa jam setelah pejabat militer Turki memeriksa lokasi tersebut sebagai bagian dari rencana awal untuk merehabilitasi landasan pacunya.
Beberapa kendaraan militer Turki masih berada di area pangkalan ketika serangan terjadi, sementara sebuah pesawat pengintai juga dilaporkan sedang beroperasi di kawasan tersebut.
Israel selama ini berupaya mencegah penguatan kehadiran dan pengaruh Turki di Suriah. Sebelumnya, Israel juga melakukan sejumlah serangan untuk memperingatkan Ankara agar tidak membantu rezim Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) yang berkuasa membangun kembali angkatan udara Suriah.
Setelah pemerintahan mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad runtuh pada awal Desember 2024, militer Israel terus melancarkan serangan udara terhadap berbagai situs, instalasi militer, dan gudang persenjataan yang sebelumnya dikelola oleh tentara Suriah.
Israel mendapat kecaman luas setelah mengakhiri perjanjian gencatan senjata 1974 dengan Suriah dan memanfaatkan kekacauan di negara yang dilanda perang tersebut untuk menguasai wilayah.
PBB dan sejumlah negara Arab mengecam tindakan Israel tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah.
Meskipun HTS telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan Tel Aviv, Israel secara konsisten menolak meninggalkan wilayah Suriah.
Kedua pihak telah terlibat dalam pembicaraan secara berkala untuk mencapai apa yang disebut “pakta keamanan”, tetapi hingga kini belum ada kesepakatan maupun kemajuan signifikan yang dilaporkan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan militernya untuk bergerak lebih jauh ke wilayah Suriah, melewati Dataran Tinggi Golan, yang diduduki sejak 1967, serta merebut sejumlah lokasi strategis.
Sebagian besar serangan Israel terkonsentrasi di provinsi-provinsi Suriah bagian selatan, yakni Quneitra, Dara’a, dan Damaskus, yang mencakup sekitar 80 persen dari seluruh serangan Israel yang terdokumentasi.


