Penulis Zionis: Tel Aviv Menghadapi Akumulasi Kegagalan

Penulisa zionis

Al-Quds, Purna Warta – Seorang penulis Israel menyatakan bahwa Tel Aviv menghadapi krisis strategis dan akumulasi kegagalan akibat perang-perang yang terus menguras kekuatan rezim tersebut di berbagai front. Ia mengatakan bahwa saat ini tidak terlihat jalan keluar yang jelas dari situasi sulit tersebut.

Baca juga: Konspirasi Tel Aviv terhadap Bab al-Mandab Bersama Dua “Proksi” Regional

Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, penulis Israel Avi Kalo menegaskan bahwa Israel menghadapi krisis strategis yang semakin memburuk dan tidak mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai jalan keluar dari berbagai konflik yang sedang berlangsung.

Kalo menilai runtuhnya gencatan senjata dengan Iran dan kembali meningkatnya ketegangan sebagai tanda kegagalan perhitungan Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, perang tersebut telah memasuki fase menguras sumber daya tanpa mencapai tujuan yang sebelumnya ditetapkan.

Menurut Kalo, kegagalan tersebut juga meluas ke Lebanon, di mana gencatan senjata masih berada dalam kondisi rapuh.

Penulis tersebut mengakui bahwa Hamas, meskipun perang berlangsung dalam waktu yang panjang, masih memiliki kemampuan untuk mempertahankan serta menegaskan keberadaannya di Jalur Gaza.

Ia juga menyoroti tidak adanya prospek politik yang stabil di Suriah, melemahnya hubungan Israel dengan Eropa dan Amerika Serikat, serta melambatnya proses perjanjian normalisasi yang dikenal sebagai “Kesepakatan Abraham” (Abraham Accords).

Kalo memperingatkan bahwa kelanjutan pengambilan keputusan keamanan yang didorong oleh kepentingan politik dan tanpa visi jangka panjang akan membuat Israel menghadapi lebih banyak kegagalan dan krisis.

Mantan Komandan Pertahanan Udara Israel: Konflik Iran-AS Mendekati Titik Kritis

Sementara itu, Zvika Haimovich, mantan komandan sistem pertahanan udara Israel, mengomentari perkembangan serangan Amerika Serikat terhadap Iran serta serangan balasan rudal dan drone Iran terhadap posisi-posisi Amerika di kawasan.

Ia mengatakan:

“Selama 11 hari kita telah menyaksikan perang yang bersifat menguras antara Iran dan Amerika Serikat. Kita mendekati tahap di mana operasi ini mulai kehilangan potensinya. Situasi ini tidak dapat berlangsung selama 20 atau 30 hari.”

Baca juga: Ribuan Pemukim Israel, Dipimpin Ben-Gvir, Masuki Kompleks Masjid Al-Aqsa

Ia melanjutkan bahwa konflik tersebut pada akhirnya akan berakhir melalui salah satu dari dua kemungkinan: berkembang menjadi perang besar-besaran atau kembali ke meja perundingan melalui suatu bentuk kesepakatan maupun kompromi.

Pakar tersebut juga menyatakan bahwa Iran selama 11 hari terakhir telah meluncurkan lebih dari 50 rudal ke arah Yordania.

“Siapa pun yang mengira bahwa mereka hanya memiliki sedikit rudal tersisa harus memahami bahwa pihak yang tidak memiliki rudal tidak mungkin mampu meluncurkan serangan dalam jumlah sebesar itu,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *