Gaza, Purna Warta – Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan serta Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa Jurnalis al-Mayadeen telah dipindahkan oleh Israel dari pusat penahanan Maskoubiyeh ke penjara Ofer, dan sidang perdananya dijadwalkan pada hari Kamis mendatang.
Baca juga: Bagaiman Nasib Dolar?
Omar Nazzal, anggota Serikat Jurnalis Palestina, menyatakan bahwa interogasi terhadap al-Lahham oleh otoritas Israel berfokus pada kerja samanya dengan saluran TV al-Mayadeen.
Dua organisasi advokasi tahanan Palestina tersebut menyatakan bahwa pasukan Israel menculik al-Lahham dari rumahnya di kota Bethlehem, Tepi Barat selatan, pada Senin pagi, di tengah kampanye penindasan besar-besaran terhadap jurnalis Palestina yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak pecahnya perang genosida Israel di Gaza.
Al-Lahham merupakan jurnalis veteran yang telah lama melaporkan dari wilayah Palestina. Ia menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Kantor Berita Ma’an sekaligus Direktur Biro al-Mayadeen TV di Palestina.
Komisi dan PPS menyampaikan bahwa jumlah jurnalis yang telah ditangkap sejak awal genosida pada Oktober 2023 kini mencapai 193 orang, dengan 50 di antaranya masih berada dalam tahanan.
Organisasi HAM tersebut mencatat bahwa sebagian besar jurnalis yang ditahan didakwa dengan tuduhan “menghasut” melalui media sosial dan platform berita, sementara lainnya ditahan tanpa dakwaan melalui sistem penahanan administratif.
Saluran TV al-Mayadeen secara tegas mengutuk penangkapan kepala biro mereka di wilayah Palestina yang diduduki.
Dalam pernyataannya, saluran berita tersebut menyebut bahwa penangkapan dilakukan dengan “brutal dan penuh penindasan,” serta menuntut pembebasan segera al-Lahham.
Al-Mayadeen menyebut penangkapan ini sebagai bagian dari kampanye represi sistematis yang dilancarkan oleh otoritas Israel terhadap para jurnalis Palestina.
Baca juga: “Boom Boom Tel Aviv”: Lagu yang Terus Membuat Zionis Murka
“Kami tidak terkejut dengan praktik sadis yang dilakukan oleh pendudukan, maupun dengan permusuhannya yang terus-menerus terhadap jurnalisme, para jurnalis, dan hak untuk melaporkan kebenaran,” kata saluran tersebut.
“Bagi kami, Nasser bukan sekadar kepala biro. Ia adalah sosok utama dalam jurnalisme Palestina, simbol jurnalisme yang penuh makna, dan pembela gigih hak-hak rakyatnya,” tegas al-Mayadeen.


