Pasukan Israel Menewaskan Sembilan Warga Palestina di Gaza di Tengah Berlanjutnya Pelanggaran Gencatan Senjata

Palestina Gaz

Gaza, Purna Warta – Pasukan Israel kembali menewaskan sembilan warga Palestina di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir dalam pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata. Dengan demikian, jumlah korban tewas sejak Oktober 2023 meningkat menjadi 73.326 orang.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa rumah-rumah sakit menerima sembilan jenazah, yang terdiri atas tujuh korban yang baru terbunuh serta dua orang yang meninggal akibat luka-luka yang diderita dalam serangan Israel sebelumnya. Kementerian juga melaporkan bahwa 36 orang yang terluka dirawat di rumah sakit dalam periode yang sama.

Kementerian menambahkan bahwa banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan atau berada di jalan-jalan, sementara tim ambulans dan petugas pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka akibat pembatasan akses yang terus diberlakukan oleh rezim pendudukan Israel.

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, rezim pendudukan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.200 warga Palestina dan melukai 3.888 orang di Jalur Gaza. Selain itu, lebih dari 803 jenazah juga berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan selama periode tersebut.

Sejak melancarkan perang yang oleh otoritas Palestina disebut sebagai perang genosida pada 7 Oktober 2023, Israel telah menewaskan sedikitnya 73.326 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.997 orang di wilayah yang diblokade tersebut. Hampir 90 persen infrastruktur sipil di Gaza dilaporkan mengalami kerusakan atau hancur.

Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, Israel disebut terus melanjutkan operasi militernya di Gaza dan secara terbuka merencanakan penguasaan sekitar 70 persen wilayah Jalur Gaza, sementara hampir dua juta warga Palestina akan dipaksa tinggal di sekitar 30 persen wilayah yang tersisa.

Sementara itu, tentara Israel menyerbu Kota Nablus di Tepi Barat yang diduduki pada dini hari dan menahan sekitar 40 warga Palestina, termasuk seorang perempuan serta sejumlah mantan tahanan.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan tindakan internasional yang mendesak untuk menghentikan agresi Israel yang terus berlangsung serta kekerasan yang dilakukan para pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur (al-Quds).

Sejak Oktober 2023, Tepi Barat yang diduduki mengalami peningkatan tajam dalam serangan yang dilakukan oleh militer Israel dan para pemukim. Menurut statistik resmi Palestina, serangan-serangan tersebut telah menyebabkan 1.200 warga Palestina tewas, hampir 13.000 orang terluka, serta sekitar 24.000 warga Palestina ditangkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *