Al-Quds, Purna Warta – Pemukim Israel menyerbu dua masjid di Tepi Barat yang diduduki, salah satunya masih dalam tahap pembangunan, lalu membakarnya. Tindakan tersebut dikecam sebagai bagian dari kampanye sistematis yang menargetkan hak-hak keagamaan rakyat Palestina.
Serangan terjadi pada Minggu dini hari terhadap sebuah masjid di Desa Kur, Kegubernuran Tulkarm, serta sebuah masjid yang sedang dibangun di Kota Qusra, Kegubernuran Nablus, sebagaimana dilaporkan kantor berita WAFA.
Menurut laporan tersebut, para pemukim Israel juga menyemprotkan slogan-slogan bernada rasis di dinding kedua masjid.
Wali Kota Qusra, Abdel Azim Wadi, mengatakan bahwa serangan terhadap masjid di kota itu menghanguskan material kayu dan peralatan konstruksi.
Sementara itu, saksi mata atas aksi vandalisme pemukim di Kur mengatakan bahwa kobaran api yang membakar sebagian bangunan masjid berhasil dipadamkan oleh warga setempat.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengecam serangan terhadap Masjid Kur sebagai “kejahatan serius” yang menargetkan tempat-tempat suci Islam. Kementerian menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar norma dan konvensi internasional yang menjamin kebebasan beribadah serta perlindungan terhadap tempat-tempat suci.
Kementerian menambahkan bahwa serangan terhadap masjid, yang dilakukan di bawah perlindungan pasukan Israel dan di tengah pembiaran mereka, bukan sekadar tindakan individu, melainkan merupakan bagian dari kampanye sistematis yang menargetkan keberadaan rakyat Palestina serta hak-hak keagamaan mereka.
Lebih lanjut, kementerian menyerukan kepada masyarakat internasional dan organisasi-organisasi hak asasi manusia agar segera mengambil langkah untuk menghentikan serangan-serangan semacam itu serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.
Warga Palestina di Tepi Barat terus menghadapi peningkatan operasi militer Israel dan kekerasan yang dilakukan para pemukim, di tengah perang yang oleh otoritas Palestina disebut sebagai perang genosida di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 73.000 orang di wilayah pesisir tersebut sejak Oktober 2023.
Sejak saat itu, pasukan Israel dan para pemukim ilegal telah menewaskan sedikitnya 1.182 warga Palestina di seluruh Tepi Barat, melukai ribuan lainnya, serta menangkap sekitar 24.000 orang, menurut data resmi Palestina.


