Operasi Hebron: Netanyahu Batalkan Kegiatan Kampanye Partai Likud

Netan Memilih

Al-Quds, Purna Warta – Menyusul terluka­nya enam personel militer Israel dalam operasi anti-Israel di Hebron, Benjamin Netanyahu memerintahkan pengepungan kota tersebut dan pengetatan langkah-langkah keamanan di Tepi Barat.

Menurut laporan  Al Jazeera, media-media Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pembatalan seluruh agenda kampanye pemilihan Partai Likud untuk hari ini, menyusul insiden penembakan yang terjadi pada dini hari di pintu masuk utara Kota Hebron, di bagian selatan Tepi Barat yang diduduki.

Berdasarkan laporan yang beredar, dua warga Palestina gugur dan enam personel militer Israel terluka dalam insiden penembakan tersebut. Radio Militer Israel menyatakan bahwa dua orang bersenjata itu merupakan penduduk Hebron. Sementara itu, menurut laporan media berbahasa Ibrani, Walla, hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa dua pemuda Palestina berhasil mengejutkan pasukan Israel dan mulai melepaskan tembakan setelah para personel militer mendekati mereka.

Militer Israel menyatakan bahwa Kepala Staf Umum telah memerintahkan penambahan pasukan di wilayah Komando Pusat serta menyetujui pembentukan zona keamanan menyeluruh di Kota Hebron dan desa-desa di sekitarnya.

Militer rezim Israel juga menyatakan, “Pasukan kami sedang mengepung Hebron dan memulai operasi ofensif berskala besar di sana.”

Netanyahu turut mengumumkan bahwa dirinya telah memerintahkan pasukan keamanan untuk mengepung Hebron dan menutup Tepi Barat secara menyeluruh. Ia mengklaim bahwa pasukan Israel telah mencegah terjadinya serangan yang lebih besar di Tepi Barat. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan memburu anggota Hamas dan orang-orang yang berada di belakang mereka, di mana pun dan kapan pun.

Dalam sebuah unggahan di platform X, Netanyahu menyatakan bahwa dirinya telah memerintahkan pasukan rezim tersebut untuk bersiap memberlakukan “pembatasan penuh” di Tepi Barat yang diduduki mulai hari ini.

Menanggapi operasi tersebut, gerakan Hamas menyatakan bahwa Operasi Hebron merupakan pesan yang jelas kepada rezim Israel bahwa perlawanan akan terus berlanjut dan akan semakin kuat hingga pendudukan atas tanah dan tempat-tempat suci Palestina berakhir.

Sementara itu, Saraya al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam Palestina, menyebut operasi tersebut sebagai respons yang wajar dan sah terhadap kejahatan pasukan pendudukan serta tindakan kekerasan para pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Kelompok itu juga menyerukan peningkatan konfrontasi dan bentrokan langsung dengan pasukan Israel serta para pemukim, dengan menggunakan segala sarana yang tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *