Netanyahu Menginginkan Perjanjian Keamanan Baru dengan Amerika Serikat

kesepakatan

Washington, Purna Warta – Menurut laporan surat kabar Financial Times pada Selasa melaporkan bahwa rezim Zionis sedang mempersiapkan diri untuk melakukan perundingan dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump guna mencapai kesepakatan keamanan baru berdurasi 10 tahun.

Berdasarkan laporan ISNA, tujuan utama kesepakatan tersebut adalah memperpanjang dukungan militer Amerika Serikat bagi Israel, pada saat para pemimpin rezim Zionis mulai mempersiapkan diri menghadapi masa depan tanpa bantuan tunai bernilai miliaran dolar dari Washington.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa wacana perundingan ini muncul seiring meningkatnya penekanan pejabat Israel pada perlunya memperkuat kemampuan pertahanan mandiri dan mengurangi ketergantungan pada dukungan eksternal.

Dalam konteks ini, Benjamin Netanyahu, perdana menteri rezim Zionis, sebelumnya mengumumkan bahwa Israel berencana mengalokasikan sekitar 350 miliar shekel (setara dengan 110 miliar dolar AS) untuk mengembangkan industri persenjataan mandiri guna mengurangi ketergantungan pada pihak luar.

Netanyahu menyatakan bahwa meskipun Israel akan tetap menerima beberapa komponen penting dari luar negeri, rezim tersebut akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempersenjatai diri secara mandiri.

“Saya tidak tahu apakah suatu pihak dapat sepenuhnya mencapai swasembada, namun kami akan melakukan segala upaya agar sebanyak mungkin kebutuhan persenjataan diproduksi di dalam Israel,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan tersebut adalah membangun industri persenjataan independen dan mengurangi ketergantungan pada pihak mana pun, termasuk sekutu.

Reuters melaporkan bahwa pembicaraan mengenai kesepakatan keamanan jangka panjang ini berlangsung di tengah meningkatnya kritik internasional terhadap operasi militer Israel, terutama di Gaza dan Tepi Barat. Para analis menilai bahwa Israel berusaha memastikan kesinambungan dukungan militer AS di tengah kemungkinan perubahan kebijakan luar negeri Washington.

Sementara itu, The Guardian menulis bahwa upaya Israel untuk mengembangkan industri senjata mandiri mencerminkan kekhawatiran strategis terhadap ketidakpastian geopolitik global, termasuk potensi pembatasan ekspor senjata oleh negara-negara Barat akibat tekanan opini publik dan lembaga hak asasi manusia.

Di sisi lain, Politico mengutip pejabat pertahanan AS yang menyatakan bahwa Washington tetap berkomitmen pada keamanan Israel, namun kesepakatan jangka panjang apa pun akan menghadapi perdebatan di Kongres, terutama terkait besaran bantuan militer dan penggunaannya di wilayah pendudukan.

Para pengamat menilai bahwa dorongan Netanyahu untuk mencapai kesepakatan keamanan baru sekaligus membangun kemandirian militer menunjukkan strategi ganda Israel: menjaga payung keamanan Amerika Serikat sambil bersiap menghadapi kemungkinan berkurangnya dukungan finansial dan politik di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *