Netanyahu Klaim telah Menewaskan Komandan Brigade Qassam

Teror

Al-Quds, Purna Warta – Perdana Menteri rezim Zionis mengklaim telah menewaskan komandan Brigade Qassam di Gaza.

Baca juga: Pernyataan Provokatif Menteri Keamanan Zionis: Kita Harus Membangun Permukiman di Lebanon

Menurut laporan kantor berita  Al Jazeera, Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa tentara rezim tersebut telah menewaskan Izzuddin Al-Haddad, salah satu komandan senior Brigade Qassam di Gaza.

Media berbahasa Ibrani juga mengklaim bahwa operasi tersebut dilakukan menggunakan pesawat nirawak dan jet tempur.

Media Zionis menambahkan bahwa komandan utama Brigade Qassam itu gugur dalam pemboman sebuah rumah di kawasan Al-Rimal, Gaza.

Al-Haddad merupakan salah satu tokoh yang telah beberapa kali menjadi target upaya pembunuhan oleh rezim Zionis.

Operasi militer Israel di Jalur Gaza terus meningkat di tengah berlangsungnya perang berkepanjangan antara Israel dan kelompok-kelompok perlawanan Palestina. Dalam beberapa bulan terakhir, militer Israel berulang kali mengumumkan operasi penargetan terhadap tokoh-tokoh senior Hamas dan Brigade Izzuddin Al-Qassam sebagai bagian dari strategi melemahkan struktur komando kelompok tersebut.

Sementara itu, pihak Hamas biasanya tidak langsung memberikan konfirmasi terkait klaim Israel mengenai tewasnya para komandannya. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, beberapa tokoh yang diklaim telah terbunuh ternyata masih hidup atau baru dipastikan wafat beberapa waktu kemudian. Karena itu, informasi semacam ini sering kali menunggu verifikasi independen dari berbagai pihak.

Wilayah Al-Rimal di Kota Gaza sendiri merupakan salah satu kawasan yang mengalami kerusakan besar akibat serangan udara intensif sejak dimulainya konflik. Serangan terhadap kawasan permukiman padat penduduk terus memicu kekhawatiran internasional terkait meningkatnya korban sipil dan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.

Baca juga: Asosiasi Dunia Islam Kecam Penyerbuan para Pemukim ke Masjid Al-Aqsa

Di sisi lain, komunitas internasional terus mendesak dilakukannya gencatan senjata dan pembukaan akses bantuan kemanusiaan. Organisasi-organisasi hak asasi manusia menyoroti tingginya jumlah korban sipil serta kehancuran infrastruktur penting seperti rumah sakit, sekolah, dan fasilitas publik lainnya akibat perang yang masih berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *