Kiev, Purna Warta – Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko mengajukan pengunduran dirinya pada Senin setelah otoritas antikorupsi melakukan penggeledahan di kantornya sebagai bagian dari penyelidikan atas dugaan perlindungan pusat panggilan palsu.
Dalam sebuah pernyataan di Telegram, dia menyebut langkahnya sebagai “keputusan politik,” lapor Anadolu Agency.
“Saya tidak ingin posisi jaksa agung digunakan sebagai alat konfrontasi politik,” katanya, seraya menambahkan bahwa posisinya mengenai tuduhan tersebut tidak berubah.
Kravchenko berterima kasih kepada Presiden Volodymyr Zelensky dan Verkhovna Rada, parlemen Ukraina, atas kepercayaan mereka dan meminta anggota parlemen untuk menerima pengunduran dirinya.
Pengunduran diri tersebut menyusul penggeledahan yang dilakukan oleh Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU) dan Kantor Kejaksaan Khusus Anti-Korupsi (SAPO) di lokasi yang digunakan oleh Kravchenko, wakil pertamanya Maria Vdovychenko, dan staf lain di Kantor Kejaksaan Agung.
Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari Operasi Carthage, sebuah penyelidikan terhadap dugaan organisasi kriminal yang diduga menerima suap dari call center palsu dengan imbalan mengizinkan mereka beroperasi tanpa campur tangan.
Kravchenko membantah terlibat dalam dugaan skema tersebut dan mengatakan tuduhan terhadapnya belum terbukti.
Investigasi ini juga berujung pada penahanan Serhii Kropyva, wakil kepala Departemen Kerja Sama Hukum Internasional di Kejaksaan Agung. Pengadilan pada 6 September memerintahkan dia ditahan dengan jaminan sebesar 120 juta hryvnia ($2,7 juta).


