Al-Quds, Purna Warta – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa meskipun Israel menghargai dukungan Amerika Serikat, negara tersebut perlu mengurangi ketergantungannya pada persenjataan Amerika dan membangun sistem pertahanan yang lebih mandiri.
Menurut laporan yang dikutip dari Al Jazeera, Netanyahu mengatakan:
“Saya sangat berterima kasih atas dukungan dari sahabat-sahabat Amerika kami, tetapi kami harus membebaskan diri dari ketergantungan dan membangun sistem persenjataan yang independen.”
Ia juga mengklaim bahwa Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran dan kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya di kawasan, serta menegaskan bahwa operasi tersebut “belum berakhir.”
Pernyataan Menteri Pertahanan Pakistan
Sementara itu, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan Israel. Ia menuduh Israel berupaya menggagalkan kesepakatan damai yang sedang dibangun antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut Asif, tercapainya kesepakatan antara Washington dan Tehran dapat berdampak besar terhadap masa depan politik Netanyahu. Ia juga menuduh Israel melakukan pelanggaran berat dalam konflik di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Lebanon, serta menilai sejumlah sekutu Barat Israel turut mendukung kebijakan tersebut.
Ketergantungan Israel Terhadap Persenjataan Amerika Serikat
Ketergantungan Israel terhadap bantuan militer Amerika Serikat telah berlangsung selama beberapa dekade. Washington merupakan pemasok utama berbagai sistem senjata strategis Israel, termasuk pesawat tempur F-35 Lightning II, sistem pertahanan rudal, amunisi presisi, serta dukungan teknologi militer lainnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Israel meningkatkan investasi pada industri pertahanannya sendiri melalui perusahaan seperti Israel Aerospace Industries, Rafael Advanced Defense Systems, dan Elbit Systems. Produk-produk yang dikembangkan meliputi sistem pertahanan udara, drone, rudal, dan teknologi peperangan elektronik.
Pernyataan Netanyahu muncul di tengah meningkatnya perdebatan di Israel mengenai hubungan dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, terutama terkait upaya diplomatik Washington dengan Iran dan pembahasan mengenai masa depan konflik di Lebanon. Sejumlah pengamat Israel menilai bahwa perbedaan kepentingan strategis antara Washington dan Tel Aviv dalam beberapa isu regional semakin terlihat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, Amerika Serikat tetap menjadi mitra keamanan dan politik terpenting bagi Israel. Kerja sama militer, intelijen, dan teknologi antara kedua pihak masih menjadi salah satu pilar utama kebijakan keamanan Israel hingga saat ini.


