Moshe Ya’alon: Kami Terjebak; Tujuan Perang Melawan Iran Tidak Tercapai

Musyeh

Al-Quds, Purna Warta – Mantan Menteri Pertahanan Israel, Moshe Ya’alon, mengakui bahwa tujuan yang ditetapkan dalam operasi militer terhadap Iran tidak berhasil dicapai.

Menurut laporan Kantor Berita Shehab, Ya’alon menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran gagal mewujudkan seluruh sasaran yang telah ditetapkan. Ia juga mengklaim bahwa Amerika Serikat kini menyalahkan Tel Aviv atas kegagalan tersebut.

Ya’alon mengatakan:

“Saya pikir kami telah menempatkan diri dalam situasi yang sulit. Dan bagian terburuknya adalah Amerika Serikat menyalahkan kami. Kami memulai operasi dengan tiga tujuan, yaitu menggulingkan pemerintahan Iran, menghancurkan program nuklirnya, dan melemahkan proyek rudalnya. Namun, tidak satu pun dari tujuan tersebut berhasil tercapai.”

Pernyataan Moshe Ya’alon disampaikan setelah berakhirnya konflik langsung antara Israel dan Iran pada Juni 2025, yang ditandai dengan saling melancarkan serangan rudal, drone, dan serangan udara. Israel menyatakan operasi militernya bertujuan menghambat program nuklir dan kemampuan rudal Iran, sedangkan Iran menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan membalas setiap serangan yang ditujukan ke wilayahnya.

Sejumlah lembaga internasional dan analis keamanan menilai bahwa meskipun konflik tersebut menimbulkan kerusakan pada sejumlah fasilitas militer dan nuklir Iran, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa program nuklir maupun kemampuan rudal Iran berhasil dilumpuhkan secara menyeluruh. Setelah gencatan senjata diberlakukan, berbagai pihak menyerukan dimulainya kembali jalur diplomasi guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *