Gaza, Purna Warta – Gerakan Hamas bersiap menggelar putaran kedua pemilihan internal untuk menentukan pengganti Yahya Sinwar, setelah tidak ada kandidat yang berhasil memperoleh mayoritas mutlak pada putaran pertama.
Sejumlah sumber menyebut kemungkinan munculnya kandidat kejutan dalam pemilihan internal Hamas yang berlangsung di tengah situasi keamanan yang sangat kompleks. Pemimpin baru tersebut akan memimpin Hamas hingga tahun 2027.
Mengutip laporan Middle East News yang bersumber dari Raialyoum, Hamas dalam beberapa hari ke depan akan menyelenggarakan putaran kedua pemungutan suara, yang disebut sebagai salah satu proses pemilihan internal paling sensitif dalam beberapa tahun terakhir, untuk menentukan pengganti Yahya Sinwar yang tewas pada Oktober 2024.
Pada putaran pertama, dua kandidat utama, yaitu Khaled Meshaal dan Khalil al-Hayya, gagal memperoleh mayoritas absolut, yakni lebih dari 50 persen suara ditambah satu suara dari anggota Majelis Syura Hamas. Karena itu, pemilihan berlanjut ke putaran kedua.
Meskipun sejumlah perkiraan menyebut Khalil al-Hayya, yang mewakili Jalur Gaza, memiliki peluang lebih besar, kondisi keamanan dan serangkaian operasi yang menargetkan para pemimpin Hamas disebut mendorong sebagian kalangan dalam organisasi itu untuk mempertimbangkan pemimpin yang berbasis di luar Gaza, seperti Khaled Meshaal, agar pusat aktivitas politik Hamas berpindah ke luar wilayah Gaza.
Selain itu, beberapa sumber internal tidak menutup kemungkinan munculnya kandidat lain yang belum dipublikasikan sebagai kompromi di antara kedua kubu.
Pemimpin baru nantinya akan menggantikan kepemimpinan sementara yang dipimpin Mohammed Darwish, yang memimpin dewan pengelola Hamas setelah kematian Yahya Sinwar pada Oktober 2024.
Pemimpin terpilih akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk mengelola perundingan terkait perang di Gaza, membangun kembali hubungan dengan para sekutu regional, menentukan lokasi kantor politik Hamas setelah kantor di Doha menjadi sasaran serangan Israel, serta menghadapi ancaman pembunuhan dari Israel.
Hamas menyatakan bahwa nama pemimpin baru akan diumumkan secara resmi setelah proses penghitungan dan pengesahan hasil pemungutan suara selesai, yang diperkirakan berlangsung dalam satu hingga dua pekan mendatang.


