Al-Quds, Purna Warta – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, kembali melontarkan ancaman terhadap Iran dengan menyatakan bahwa Israel siap melancarkan serangan ketiga apabila dianggap diperlukan.
Menurut laporan Kantor Al Jazeera, Katz mengatakan, “Kami telah dua kali menyerang Iran, dan jika diperlukan, kami akan melakukannya untuk ketiga kalinya. Kami tidak boleh menunggu hingga ancaman tiba di ambang pintu rumah kami. Kami berjuang untuk mengubah situasi.”
Katz juga mengklaim bahwa militer Israel tidak akan menarik pasukannya dan akan tetap berada di kawasan yang disebutnya sebagai “zona keamanan” di Lebanon, Suriah, dan **Jalur Gaza> tanpa batas waktu.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah situasi di mana militer Israel masih menguasai sebagian wilayah Jalur Gaza serta beberapa kawasan di Lebanon selatan dan Suriah, sementara operasi militer Israel di wilayah Suriah terus berlanjut.
Araghchi Beri Tanggapan Keras terhadap Ancaman Katz
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, merespons pernyataan Menteri Pertahanan Israel dengan memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap rakyat maupun kepemimpinan Iran akan dibalas secara cepat dan tegas.
Araghchi menyatakan bahwa isi Memorandum Islamabad telah disusun dengan jelas dan dapat diakses oleh semua pihak.
Ia juga mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat telah mengikat komitmen negaranya untuk mengendalikan apa yang disebutnya sebagai “sekutu” Washington di Tel Aviv.
“Apabila mereka tidak mematuhi arahan pihak yang mendukung mereka, Iran akan memberikan pelajaran yang diperlukan. Setiap ancaman terhadap rakyat dan kepemimpinan kami akan dihadapi dengan respons yang segera dan kuat,” ujar Araghchi.


