Gaza, Purna Warta – Para pelayat membawa jenazah warga Palestina Abdullah Moussa (30), yang tewas dalam serangan udara Israel, saat pemakamannya di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 27 Juni 2026. (Foto oleh AP)
Sedikitnya tiga warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka ketika sebuah pesawat tanpa awak (drone) Israel menargetkan sebuah kawasan permukiman di Kota Gaza, menandai pelanggaran baru terhadap gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober 2025.
Kantor berita resmi Palestina WAFA, mengutip sumber lokal, melaporkan bahwa drone tersebut menargetkan sekelompok orang di kawasan Sheikh Radwan, dekat Sekolah Dar al-Arqam, pada Rabu siang.
WAFA menambahkan bahwa setidaknya satu korban luka berada dalam kondisi kritis.
Sebelumnya pada hari yang sama, seorang warga Palestina juga tewas dalam serangan drone Israel di pusat Kota Gaza.
Mohammed Naim Jundiya kehilangan nyawanya ketika sebuah drone Israel menargetkannya di dekat Taman Kota di Jalan Omar al-Mukhtar, menurut sumber medis.
Saksi mata melaporkan bahwa Jundiya terkena tembakan saat berjalan di Jalan Omar al-Mukhtar, salah satu jalan utama kota tersebut, dan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan akibat serangan itu.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, tindakan agresi Israel telah menyebabkan 1.053 warga Palestina tewas dan 3.406 lainnya terluka hingga hari Selasa.
Kementerian tersebut juga melaporkan bahwa lebih dari 73.000 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 173.000 lainnya terluka sejak dimulainya perang yang mereka sebut sebagai “genosidal” oleh Israel di Gaza pada 8 Oktober 2023, dengan hampir 90% infrastruktur sipil wilayah tersebut hancur.


