Al-Quds, Purna Warta – Sebagian besar instalasi utama desalinasi air Israel telah berhenti beroperasi, menyebabkan wilayah pendudukan menghadapi krisis air minum.
Menurut laporan pemberitaan lokal Palestina, lebih dari satu tahun setelah Perdana Menteri rezim Israel Benjamin Netanyahu muncul di depan kamera dengan membawa sebuah teko air dan berjanji membantu menyelesaikan persoalan air di Iran, media melaporkan bahwa sebagian besar instalasi desalinasi air Israel telah berhenti beroperasi.
Jaringan berita CNN melaporkan bahwa sebagian besar instalasi utama desalinasi air Israel berhenti beroperasi pada pekan ini. Kondisi tersebut mengancam sumber utama pasokan air minum bagi wilayah pendudukan.
Menurut Mekorot, perusahaan air Israel, lima dari enam instalasi desalinasi air pesisir Israel yang mengubah air laut menjadi air minum berhenti beroperasi pada Minggu. Sejak saat itu, sejumlah fasilitas yang dimiliki dan dioperasikan oleh sektor swasta telah kembali beroperasi secara sebagian. Namun, hingga Kamis, hanya satu dari fasilitas tersebut yang beroperasi dengan kapasitas penuh.
Lior Gutman, juru bicara Mekorot, mengatakan, “Peristiwa seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di Israel… Ini merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi.”
CNN menulis bahwa kondisi tersebut mengkhawatirkan mengingat ketergantungan besar Israel pada teknologi desalinasi untuk memenuhi kebutuhan air minumnya. Israel merupakan wilayah kering yang tidak memiliki sungai-sungai besar maupun curah hujan yang melimpah. Saat ini, desalinasi memasok sedikitnya 65 persen kebutuhan air minum Israel, dan sebagian besar instalasi tersebut berada di sepanjang pantai Mediterania.
Menurut Ido Bar-Ziv, profesor madya bidang riset air di Universitas Ben-Gurion, masalah mulai muncul pada akhir pekan ketika “terjadi pencemaran yang luas dan tersebar di sepanjang garis pantai Israel”. Ketika ia dan para ilmuwan lainnya melakukan pemeriksaan lebih mendalam, mereka menemukan bahwa penyebabnya adalah alga mikroskopis, yaitu organisme yang sangat kecil yang memperoleh energi dari sinar matahari, karbon dioksida, dan nutrisi yang terdapat di dalam air serta dapat berkembang biak dengan cepat.


