Al-Quds, Purna Warta – Kaum Zionis tidak yakin dengan masa depan ekonomi mereka. Oleh karena itu, tidak terlihat adanya peningkatan pembelian barang-barang yang tidak terlalu diperlukan di pasar.
Channel 14 televisi rezim Israel dalam sebuah laporan yang disiarkan menjelang Tahun Baru Ibrani mengakui bahwa warga Israel sangat mengkhawatirkan masa depan mereka, khususnya terkait kondisi ekonomi. Karena itu, mereka tidak berniat membeli barang-barang kebutuhan pokok, termasuk peralatan listrik. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan penjualan barang-barang tersebut di pasar.
Laporan tersebut selanjutnya menyebutkan bahwa hari ini (Rabu), Biro Pusat Statistik rezim Israel akan merilis data survei kepercayaan konsumen untuk bulan Agustus.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun terdapat sejumlah perbaikan dalam penilaian terhadap kondisi ekonomi di Israel (wilayah pendudukan), warga Israel masih belum terburu-buru meningkatkan pengeluaran mereka. Hal ini terutama terlihat ketika menyangkut pembelian dalam jumlah besar.
Analisis para pakar terhadap data tersebut menunjukkan bahwa opini publik di Israel masih lebih cenderung pesimistis terhadap kondisi ekonomi.
Salah satu indikator yang paling menonjol adalah menurunnya niat untuk melakukan pembelian besar. Persentase warga yang berniat membeli barang-barang bernilai besar, seperti furnitur dan peralatan rumah tangga, dalam satu tahun mendatang mencapai 32 persen, sementara pada bulan sebelumnya angkanya hanya 25 persen.
Hal ini berarti bahwa masyarakat memperkirakan mereka akan melakukan lebih sedikit pembelian besar selama tahun mendatang dibandingkan tahun sebelumnya.


