Khalil al-Hayya kepada Israel: Kami Adalah Pemilik Perjuangan Palestina

Owner

Al-Quds, Purna Warta – Kepala Biro Politik Hamas yang baru, Khalil al-Hayya, menegaskan bahwa rakyat Palestina tetap menjadi pemilik sah perjuangan Palestina dan menyatakan bahwa tekanan maupun serangan Israel tidak akan menggoyahkan tekad kelompoknya. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam pesan yang ditujukan kepada Israel setelah ia dipercaya memimpin biro politik

Baca juga: Analis Irak: Tehran Memiliki Banyak Kartu Kemenangan untuk Mengejutkan Washington

Menurut laporan Kantor Berita IRIB, Al-Hayya mengatakan bahwa pembunuhan terhadap anak-anak Palestina maupun gugurnya para pemimpin dan komandan Hamas tidak akan membuat kelompok tersebut merasa takut atau menghentikan perjuangannya. Ia menegaskan bahwa Hamas akan tetap melanjutkan perlawanan meskipun menghadapi tekanan militer yang berat.

Dalam kesempatan lain, Al-Hayya juga melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan para pemimpin faksi-faksi perlawanan Palestina. Dalam pembicaraan tersebut, ia menekankan bahwa mewujudkan persatuan nasional Palestina akan menjadi prioritas utama bagi dirinya dan kepemimpinan Hamas pada tahap mendatang. Menurutnya, penguatan koordinasi antarfaksi dinilai penting dalam menghadapi perkembangan situasi di Palestina.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qassem, menyampaikan ucapan selamat kepada Al-Hayya atas pengangkatannya sebagai Kepala Biro Politik Hamas. Dalam pesannya, Qassem menyebut Al-Hayya sebagai penerus perjuangan para pemimpin Hamas yang telah wafat, termasuk Sheikh Ahmed Yassin, Ismail Haniyeh, dan Yahya Sinwar. Ia menyatakan bahwa pengalaman panjang Al-Hayya dalam bidang politik dan lapangan diyakini akan melanjutkan jalur perlawanan yang diklaim bertujuan membebaskan Yerusalem dan Palestina.

Qassem juga menyinggung Operasi Badai Al-Aqsa (Al-Aqsa Storm), dengan menyatakan bahwa Israel belum berhasil mencapai tujuannya untuk menghancurkan kelompok-kelompok perlawanan Palestina meskipun telah melakukan operasi militer berskala besar yang, menurutnya, mengakibatkan banyak korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa perlawanan Palestina masih tetap bertahan.

Di bagian akhir pesannya, Qassem kembali menegaskan dukungan Hizbullah terhadap Hamas dan rakyat Palestina. Ia menyatakan bahwa Hizbullah akan terus berdiri bersama Hamas dalam perjuangan yang disebutnya sebagai upaya merebut kembali tanah dan hak-hak rakyat Palestina.

Baca juga: Hamas: Peningkatan Serangan ke Gaza Merupakan Upaya Menggagalkan Perjanjian Gencatan Senjata

Pernyataan Khalil al-Hayya dan Sheikh Naim Qassem mencerminkan posisi Hamas dan Hizbullah dalam konflik yang sedang berlangsung. Sementara itu, pemerintah Israel menyatakan bahwa operasi militernya ditujukan untuk melemahkan kemampuan Hamas dan kelompok bersenjata lainnya, serta menjamin keamanan nasional Israel. Konflik yang terus berlanjut hingga kini masih menjadi perhatian komunitas internasasional karena dampaknya terhadap situasi kemanusiaan dan stabilitas kawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *