Jakarta, Purna Warta – Pemerintah mulai menguji sistem penyajian prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lebih dari 60 titik. Skema ini ditujukan untuk menjaga makanan tetap hangat saat disajikan sekaligus mengurangi kebutuhan pengiriman dari tempat memasak ke penerima.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, sistem prasmanan memungkinkan makanan dimasak lebih dekat dengan lokasi penerima sehingga tidak perlu melalui proses distribusi yang panjang.
“Kita mulai dengan sistem prasmanan. Makanannya masih hangat dan mengurangi faktor delivery atau pengiriman,” kata Zulhas di Menara Kompas, Senin (19/10/2026).
“Kalau prasmanan, memasaknya dekat di situ, sehingga makanannya masih hangat. Ini sudah ada 60 tempat yang mencoba sistem baru,” lanjut dia.
Selain menguji sistem penyajian, pemerintah mengevaluasi pengelolaan program MBG. Zulhas menilai pelaksanaan program tersebut kini lebih baik dibandingkan sebelumnya, terutama dalam pengelolaan dan pemenuhan standar pelayanan.
Ia juga menyinggung mekanisme perjanjian yang disebutnya sebagai SPS-2. Menurut Zulhas, mekanisme tersebut berkaitan dengan pemenuhan standar layanan dan rekam jejak pelaksana, termasuk tidak adanya penangguhan maupun pelanggaran.
“Yang kedua itu artinya sudah memenuhi standar layanan, tidak pernah disuspensi, tidak ada pelanggaran. Jumlahnya sudah 26 ribu sekian yang sudah teruji bagus,” ujarnya.
Zulhas menilai sejumlah pembaruan tersebut mendorong perbaikan pengelolaan MBG. Ia menyebut program tersebut mengalami kemajuan setelah dipimpin Sudaryono.
“Karena itu sekarang MBG jauh lebih bagus daripada sebelumnya. Setelah dipimpin Mas Dar, ada kemajuan dalam pengelolaannya,” kata Zulhas.


