Al-Quds, Purna Warta – Pasukan Israel menculik dua pemuda Palestina dan menembakkan gas air mata ke arah anak-anak serta warga sipil dalam sejumlah penggerebekan terpisah di berbagai wilayah Tepi Barat.
Pada Minggu, pasukan rezim pendudukan menyerang warga Palestina di Tepi Barat dengan menembakkan gas air mata ke arah tempat pemerasan zaitun dan sebuah kendaraan di Kota Aqraba, sebelah tenggara Nablus. Anak-anak yang berada di kawasan tersebut mengalami gangguan pernapasan.
Bentrokan juga terjadi antara warga Palestina dan pasukan Israel selama penggerebekan di Desa Madama, sebelah selatan Nablus.
Dalam penggerebekan di wilayah lain di Tepi Barat, tepatnya di al-Mughayyir, sebelah timur laut Ramallah, pasukan Israel menculik dua pemuda dari sebuah rumah.
Dalam rekaman video terbaru yang dirilis oleh para aktivis, terlihat tentara Israel memaksa seorang pemuda untuk menurunkan bendera Palestina dari sebuah monumen peringatan yang berada di pintu masuk kawasan tersebut.
Pasukan Israel juga menggerebek Nabi Saleh dan Deir Abu Mashal, sebelah barat laut Ramallah, serta menembakkan granat kejut ke arah warga.
Di sebelah timur al-Quds (Yerusalem) yang diduduki, tentara Israel menembakkan granat kejut dan gas air mata ke arah kendaraan di sebuah bundaran di Kota al-Ram. Serangan tersebut terjadi ketika pasukan Israel menutup pos pemeriksaan militer Jab’a, sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas di kawasan itu.
Pasukan Israel dan para pemukim telah meningkatkan kekerasan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki. Dalam sebuah insiden baru-baru ini, para pemukim menyerang para petani Palestina di Tepi Barat serta membakar lahan dan properti milik mereka.
Pada awal pekan ini, warga sipil dan jurnalis juga terluka dalam serangan pemukim Israel di Tepi Barat. Seorang fotografer The Washington Post dipukuli oleh para pemukim bertopeng sebelum akhirnya diselamatkan oleh rekan-rekan kerjanya.
Seorang warga Palestina juga tewas dalam serangan udara terhadap kerumunan warga sipil di Gaza pada Sabtu. Beberapa orang lainnya dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.
Sejak Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada 7 Oktober 2023, Tepi Barat juga mengalami peningkatan penggerebekan oleh tentara Israel dan para pemukim. Mereka membunuh, menculik, dan melecehkan warga Palestina di berbagai wilayah yang diduduki.


