Al-Quds, Purna Warta – Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyatakan bahwa meningkatnya serangan udara Israel ke Jalur Gaza dalam beberapa jam terakhir merupakan kelanjutan dari apa yang disebutnya sebagai perang genosida terhadap warga sipil Palestina. Dalam pernyataannya, Hamas menilai eskalasi tersebut juga merupakan upaya Israel untuk menghindari pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata serta menggagalkan implementasinya.
Baca juga: Ben-Gvir: Desa-desa di Tepi Barat Harus Diperlakukan Seperti Gaza
Menurut laporan Kantor Berita Shehab, Hamas menegaskan bahwa pemerintah Israel terus meningkatkan serangan sebagai bagian dari penolakannya terhadap seluruh komitmen yang telah disepakati dalam perjanjian gencatan senjata. Hamas menyatakan bahwa operasi militer, pembunuhan, dan penghancuran di Jalur Gaza tetap berlangsung bahkan setelah kesepakatan tersebut dicapai, sehingga menurut kelompok itu perang tidak pernah benar-benar berhenti.
Dalam pernyataannya, Hamas juga menyerukan kepada Amerika Serikat sebagai pihak yang disebutnya turut mengawasi pelaksanaan kesepakatan, serta kepada negara-negara penjamin dan para mediator, agar mengambil langkah nyata menghadapi tindakan Israel. Hamas mendesak mereka untuk menekan pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar menghentikan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata dan mengakhiri serangan militer terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Baca juga: Satu Warga Israel Tewas dan Tiga Lainnya Terluka dalam Operasi di Dekat Permukiman Havat Gilad
Hamas menegaskan bahwa berlanjutnya operasi militer Israel berpotensi semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza, yang telah mengalami kerusakan luas pada infrastruktur sipil, fasilitas kesehatan, serta permukiman penduduk akibat konflik yang berkepanjangan. Kelompok tersebut kembali menyerukan perlindungan internasional bagi warga sipil Palestina dan mendesak komunitas internasional mengambil langkah yang dinilai efektif untuk menghentikan eskalasi kekerasan.


