Kesyahidan Salah Satu Komandan Al-Qassam dalam Serangan Israel di Gaza

Qassam

Al-Quds, Purna Warta – Salah satu komandan sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam, gugur dalam serangan Israel terhadap Jalur Gaza.

Menurut laporan Al Jazeera, sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa Nael Abu Ubaid, komandan Brigade Rafah, Brigade Izzuddin al-Qassam—sayap militer Gerakan Hamas—gugur dalam serangan Israel pada Selasa malam di Jalur Gaza.

Abu Ubaid mengambil alih komando Brigade Rafah selama perang setelah komandan sebelumnya, Muhammad Shabana, gugur. Laporan Al Jazeera menyebut Abu Ubaid menjadi komandan Brigade Rafah setelah Shabana tewas dalam serangan Israel pada 2025.

Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, secara resmi menyatakan bahwa militer Israel telah menargetkan dan membunuh komandan Brigade Rafah tersebut. Dalam pernyataan bersama, keduanya mengatakan bahwa serangan terhadap Abu Ubaid dilakukan setelah serangkaian operasi yang menargetkan komandan Brigade Khan Yunis dan sejumlah pejabat senior Hamas dalam beberapa hari terakhir. Katz kemudian menyatakan bahwa operasi tersebut telah berhasil.

Perkembangan Terbaru

Gerakan Hamas kemudian secara resmi mengonfirmasi gugurnya Nael Abu Ubaid, yang juga dikenal dengan nama Abu Atiyah. Hamas menyebutnya sebagai komandan Brigade Rafah dalam Brigade Izzuddin al-Qassam dan mengatakan bahwa ia gugur dalam serangan yang menargetkannya di Khan Yunis, Gaza selatan.

Menurut laporan Asharq Al-Awsat yang mengutip tiga sumber dari Hamas, Abu Ubaid menjadi sasaran serangan terhadap sebuah tenda di kawasan Al-Mawasi, Khan Yunis. Sumber-sumber tersebut menyatakan bahwa dua rudal menghantam lokasi tersebut. Laporan yang sama menyebut Abu Ubaid merupakan salah satu tokoh senior lama Hamas dan Al-Qassam di Rafah serta pernah menjadi wakil Muhammad Shabana sebelum menggantikannya sebagai komandan Brigade Rafah.

Sementara itu, menurut keterangan militer Israel, Abu Ubaid juga menjabat sebagai kepala sistem operasi sayap militer Hamas. Israel menyatakan bahwa sebelum menjadi komandan Brigade Rafah, ia pernah memegang sejumlah posisi, termasuk wakil komandan brigade serta komandan Batalion Tal al-Sultan dan Batalion Yibna. Klaim mengenai peran dan aktivitas militernya tersebut merupakan keterangan dari pihak Israel dan tidak seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.

Kematian Abu Ubaid merupakan bagian dari rangkaian operasi Israel yang menargetkan para komandan Hamas dan Jihad Islam Palestina dalam beberapa hari terakhir. Al Jazeera melaporkan bahwa dalam satu pekan terakhir telah terjadi empat operasi Israel yang menargetkan tokoh-tokoh senior kedua kelompok tersebut. Sebelum Abu Ubaid, Israel mengumumkan kematian Muhammad Abdul Salam al-Yazouri, komandan Brigade Khan Yunis, serta komandan Batalion Jabalia di Gaza utara dan seorang anggota Jihad Islam Palestina.

Dalam pernyataan bersama, Netanyahu dan Katz menyampaikan bahwa serangkaian operasi tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa tidak ada anggota bersenjata yang dianggap kebal dari serangan Israel. Pemerintah Israel juga kembali menyatakan bahwa Hamas tidak akan tetap berada di Jalur Gaza. Pernyataan tersebut merupakan posisi resmi pemerintah Israel terkait operasi militernya di Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *