Kejahatan Warga Israel Membuat Rakyat Thailand Gerah

Kejahatan Zionis

Bangkok, Purna Warta – Di tengah berlanjutnya aksi-aksi protes terhadap warga Israel, Perdana Menteri Thailand dilaporkan menolak bertemu dengan duta besar rezim Israel.

Media-media berbahasa Ibrani melaporkan adanya protes luas dari masyarakat Thailand terhadap apa yang mereka sebut sebagai kejahatan, perilaku tidak bermoral, dan berbagai pelanggaran sosial yang dilakukan warga Israel di negara tersebut.

Surat kabar Israel Hayom dalam laporan yang diterbitkan pada Selasa menyatakan bahwa berita-berita dari Thailand terus bermunculan. Di tengah aksi-aksi protes terhadap warga Israel, upaya membongkar bisnis ilegal serta kampanye penolakan terhadap kehadiran warga Israel di Thailand masih berada pada tingkat yang sangat tinggi.

Penolakan dan protes terhadap warga Israel disebut telah meluas sedemikian rupa sehingga Perdana Menteri Thailand dilaporkan menolak permintaan duta besar Israel di Bangkok untuk bertemu dengannya. Setidaknya hingga laporan tersebut disusun, kantor perdana menteri Thailand belum memberikan tanggapan atas permintaan tersebut.

Menurut media berbahasa Ibrani itu, Perdana Menteri Thailand, yang juga menjabat sebagai menteri dalam negeri, secara langsung bertanggung jawab atas urusan warga asing serta kebijakan terkait deportasi mereka.

Duta besar rezim Israel disebut berupaya mengatur pertemuan dengan perdana menteri Thailand untuk meredakan ketegangan yang semakin memuncak terkait keberadaan warga Israel, baik wisatawan maupun penduduk, di Thailand.

Media berbahasa Ibrani tersebut mengakui bahwa penolakan terhadap Israel dan warga Israel di kalangan masyarakat Thailand secara bertahap semakin meluas dan kini telah mencapai puncaknya.

Yariv, seorang warga Israel yang tinggal di Bangkok, mengatakan kepada media tersebut:

“Saat ini, kata ‘Israel’ di Thailand telah berubah menjadi label yang kontroversial dan penuh kebencian. Masyarakat harus memahami bahwa mereka sedang memburu kami. Sebagai contoh, salah satu restoran memasang papan bertuliskan ‘Warga Israel Dilarang Masuk’. Sejumlah pemuda Israel kemudian mengambil swafoto dengan pose menghina di samping papan tersebut dan mengunggahnya di media sosial. Namun, tindakan mereka justru membuat restoran itu semakin terkenal.”

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa selain demonstrasi di jalan-jalan dan unggahan anti-Israel di internet, gelombang ketidakpuasan saat ini mencapai puncaknya setelah pembatalan jamuan Rosh Hashanah, yang menandai awal tahun baru Yahudi, yang sebelumnya direncanakan berlangsung di pusat komunitas Yahudi di Phuket.

Meskipun pembatalan acara tersebut dilakukan atas perintah otoritas keamanan Israel, keputusan itu diambil setelah adanya ancaman dari warga setempat untuk menyerbu kompleks tersebut apabila melihat warga Israel memasuki lokasi.

Disebutkan pula bahwa warga Israel telah melakukan berbagai tindak kriminal dan pelanggaran yang dinilai sangat serius di Thailand. Menurut laporan tersebut, kasus-kasus yang melibatkan warga Israel di negara itu mencakup berbagai perilaku yang dianggap tidak bermoral hingga perdagangan narkotika dan penipuan finansial.

Luasnya kasus kriminal yang dikaitkan dengan warga Israel di Thailand bahkan mendorong duta besar rezim Israel di negara tersebut untuk menyampaikan pernyataan kepada surat kabar Yedioth Ahronoth. Ia mengatakan kepada warga Israel:

“Warga Israel menganggap bahwa di Thailand semuanya diperbolehkan dan mereka dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan.”

Sementara itu, berdasarkan hasil sebuah jajak pendapat yang dilakukan di Thailand, 77 persen masyarakat negara tersebut disebut menginginkan tindakan tegas dari pihak berwenang terhadap warga Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *