Arab Saudi Meminta Bantuan Intelijen dari Israel untuk Menghadapi Yaman

Saudi Arabia

Al-Quds, Purna Warta – Israel dan Arab Saudi dilaporkan telah melakukan pembicaraan yang dimediasi oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) untuk membantu Riyadh menghadapi serangan balasan berupa drone dan rudal yang dilancarkan oleh angkatan bersenjata Yaman melalui bantuan intelijen.

Surat kabar Israel berbahasa Inggris, The Jerusalem Post, dengan mengutip sumber-sumber di kawasan, melaporkan bahwa perwakilan rezim Riyadh dan Tel Aviv telah terlibat dalam pembicaraan yang difasilitasi oleh CENTCOM guna membantu Arab Saudi menjamin keamanannya.

Menurut sumber-sumber tersebut, permintaan bantuan Arab Saudi kemungkinan besar berfokus pada dukungan intelijen untuk memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai penempatan militer Yaman di kawasan serta mengidentifikasi kemungkinan rencana operasi mereka di masa mendatang.

Menurut saluran berita Amerika Serikat, Bloomberg, Arab Saudi juga meminta bantuan Inggris untuk mengusir pasukan militer Yaman dari Selat Bab al-Mandab serta membantu mempertahankan fasilitas minyaknya dari berbagai serangan.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dilaporkan telah menyetujui pengiriman penasihat militer Inggris untuk membantu Arab Saudi, tetapi sejauh ini belum berkomitmen untuk mengirimkan bantuan tambahan.

Perkembangan tersebut terjadi ketika militer Yaman meningkatkan serangan balasannya terhadap Arab Saudi selama sepekan terakhir, termasuk sebuah operasi berskala besar dan berkualitas tinggi yang menargetkan Pangkalan Udara King Khalid di dekat kota Khamis Mushait, Arab Saudi.

Menurut juru bicara Angkatan Darat Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, puluhan rudal balistik dan drone tempur buatan dalam negeri Yaman menghantam instalasi serta infrastruktur militer, hanggar pesawat, sistem radar, landasan pacu, depot persenjataan, dan sejumlah sasaran lain yang telah ditentukan di dalam pangkalan udara tersebut pada Senin.

Belakangan ini, angkatan bersenjata Yaman menyatakan telah menguasai Pulau Perim, yang dalam bahasa Arab juga dikenal sebagai Pulau Mayyun. Langkah tersebut, menurut mereka, memungkinkan terciptanya kendali penuh atas Selat Bab al-Mandab, jalur maritim penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Penguasaan Pulau Perim, yang terletak di jantung Selat Bab al-Mandab dan berfungsi sebagai lokasi pengamatan strategis, telah menempatkan seluruh jalur perairan tersebut di bawah kendali pasukan yang beroperasi dari Sana’a.

Perkembangan terbaru ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di sepanjang pesisir barat Yaman. Pasukan Yaman dan kelompok tentara bayaran yang didukung Arab Saudi terlibat dalam berbagai konfrontasi terkait wilayah pesisir yang penting serta lokasi-lokasi strategis.

Kemajuan terbaru pasukan Yaman telah mengubah dinamika kekuatan di front barat, sehingga Arab Saudi melakukan serangan udara yang menargetkan posisi dan infrastruktur Yaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *