Kementerian Perang Akui Ribuan Tentara Israel Alami Cedera dan Gangguan Mental Sejak Operasi Badai al-Aqsa

Militer Israel

Al-Quds, Purna Warta – Kementerian Perang Akui Ribuan Tentara Israel Alami Cedera dan Gangguan Mental Sejak Operasi Badai al-Aqsa. Menurut laporan pemberitaan Quds, kementerian perang menyatakan bahwa 58 persen dari para tentara yang terluka kini menderita gangguan mental dan psikologis akibat keterlibatan mereka dalam perang Gaza.

Baca juga: Tel Aviv Peringatkan Bahaya Perang Internal di Antara Pejabat Militer Israel

Laporan itu juga menegaskan bahwa:

  • 142 tentara Israel kini harus menggunakan kursi roda,
  • 88 tentara mengalami amputasi,
  • dan ribuan lainnya mengalami trauma fisik dan psikis jangka panjang.

Radio militer Israel turut mengakui bahwa, seiring meningkatnya kasus gangguan psikologis, sebanyak 85.000 tentara kini menjalani perawatan di unit rehabilitasi.

Sumber-sumber Israel sebelumnya juga telah melaporkan meningkatnya angka bunuh diri di kalangan tentara yang berpartisipasi dalam perang Gaza, menjadikan isu kesehatan mental sebagai salah satu krisis terbesar yang dihadapi militer rezim tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Peringatan Tel Aviv terhadap Ancaman Perpecahan Internal di Tubuh Militer Israel

Dalam perkembangan terkait, para pejabat rezim kembali memperingatkan bahaya perang internal yang semakin memburuk antara Menteri Perang Yisrael Katz dan Kepala Staf Eyal Zamir, yang dinilai dapat mempercepat keruntuhan struktur militer Israel.

Media berbahasa Ibrani mengutip para pejabat senior militer yang mengatakan bahwa Katz berusaha menyingkirkan Zamir dan memaksanya mundur, di tengah penolakan keras Zamir untuk mengundurkan diri.
Para pejabat memperingatkan bahwa:

  • konflik ini bukan lagi perselisihan pribadi,
  • ketegangan telah mencapai fase baru yang mengancam stabilitas militer,
  • dan terjadi pada saat militer sedang menghadapi krisis akut sumber daya manusia akibat korban perang serta memburuknya moral pasukan.

Sebelumnya, surat kabar Zionis Maariv melaporkan bahwa tidak ada indikasi resolusi atas konflik antara kedua pejabat tersebut, yang terus berkembang menjadi krisis institusional. Katz disebut-sebut mendorong kebijakan militer agresif baru, sementara para komandan menilai bahwa langkah tersebut dapat kembali menyeret rezim ke dalam perang besar yang tidak mampu mereka tanggung.

Baca juga: Musuh Takkan Pernah Mampu Mencabut Akar Rakyat Palestina dari Tanah Ini

Krisis Moral dan Ketahanan Pasukan Semakin Memburuk

Para pengamat militer menilai bahwa rangkaian data terbaru mengenai cedera, trauma mental, amputasi, dan meningkatnya angka bunuh diri, menunjukkan bahwa militer Israel kini berada dalam situasi paling rapuh sejak pendiriannya.

Kombinasi antara:

  • konflik internal tingkat tinggi,
  • tingginya angka korban di kalangan tentara,
  • runtuhnya ketahanan mental pasukan,
  • krisis kepemimpinan,
  • serta menurunnya rekrutmen,
  • dipandang sebagai indikasi bahwa militer Israel menghadapi krisis struktural yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *