Musuh Takkan Pernah Mampu Mencabut Akar Rakyat Palestina dari Tanah Ini

Abu Audah

Al-Quds, Purna Warta – Dalam program “Dhaif wa Hiwar” di al-Alam News Channel, ia mengatakan bahwa dengan meningkatnya perlakuan buruk, teror, dan kejahatan yang dilakukan terhadap para tahanan Palestina, rezim Zionis justru hanya memperkuat tekad mereka untuk mewujudkan cita-cita rakyat Palestina.

Baca juga: Puluhan Anggota Geng Pro-Israel Menyerahkan Diri Kepada Hamas Setelah Kematian Pimpinan Abu Shabab

Abu Audah, seraya menunjuk pada fakta bahwa para tahanan Palestina menghadapi terorisme Israel setiap hari, menambahkan bahwa ketika rakyat Gaza mendirikan tenda di atas reruntuhan rumah mereka dan tetap tidak meninggalkannya, hal itu menjadi bukti bahwa musuh Zionis tidak akan pernah mampu mencabut mereka dari tanah tersebut.

Mantan tahanan Palestina itu mengkritik sikap diam dunia Arab, Islam, dan masyarakat internasional serta lembaga-lembaga hak asasi atas kejahatan rezim Zionis terhadap para tahanan Palestina. Ia menegaskan bahwa rezim Zionis, yang mengklaim sebagai demokrasi, melalui tindakan-tindakannya telah menunjukkan wajah aslinya kepada dunia, dan semua pihak kini mengetahui bahwa demokrasi yang diklaimnya adalah dusta.

Anggota Biro Politik Gerakan Mujahidin Palestina itu juga mengingatkan bahwa perang genosida yang dilakukan rezim Zionis bukan hanya terhadap rakyat Gaza atau Palestina, melainkan terhadap seluruh umat — dari Suriah hingga Lebanon, Irak, Yaman, dan setiap bangsa yang mendukung rakyat Palestina.

Abu Audah menegaskan bahwa musuh tidak hanya menargetkan perlawanan di Gaza, Tepi Barat, atau Palestina, tetapi menyasar seluruh Poros Perlawanan; karena itu, isu al-Quds bukan hanya persoalan rakyat Palestina, tetapi persoalan seluruh umat Arab dan Islam.

Baca juga: ‘Eurovicious Tak Lagi Ada’: Pelapor Khusus PBB Albanese Sambut Boikot Eurovision Oleh Negara-Negara Eropa

Ia mengecam kejahatan rezim Zionis terhadap para tahanan Palestina, termasuk penyiksaan, kelaparan, pelarangan keluar sel untuk waktu lama, serta penolakan pemberian obat dan layanan medis. Ia menyamakan penjara-penjara Zionis—seperti Penjara Ofer—dengan kuburan bagi mereka yang masih hidup karena besarnya tingkat kejahatan terhadap para tahanan.

Ia menegaskan bahwa meski menghadapi kejahatan dan terorisme tersebut, tekad para tahanan untuk melanjutkan perlawanan justru semakin kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *