Kementerian Kesehatan Israel: Serangan HIzbullah Menyebabkan 858 Orang Terluka

Serangan Hizbullah

Al-Quds, Purna warta – Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan bahwa hingga saat ini sebanyak 858 orang mengalami luka-luka akibat serangan yang dilancarkan oleh Hizbullah dari Lebanon ke wilayah Israel.

Menurut laporan yang dikutip dari jaringan Al Mayadeen, kementerian tersebut menyatakan bahwa seluruh korban luka tersebut berasal dari wilayah front utara Palestina yang diduduki (Israel utara).

Kementerian Kesehatan Israel menambahkan bahwa para korban tersebut mengalami luka-luka sejak diberlakukannya gencatan senjata di Lebanon, sebagai akibat dari serangan yang berasal dari wilayah Lebanon.

Sementara itu, Hizbullah dalam sejumlah pernyataannya mengumumkan telah melaksanakan serangkaian operasi yang disebut sebagai serangan presisi terhadap posisi, peralatan militer, dan unit udara militer Israel di kawasan perbatasan serta wilayah Lebanon bagian selatan.

Menurut pernyataan tersebut, para pejuang Hizbullah menggunakan drone bunuh diri jenis Ababil untuk menyerang dua sasaran penting. Dalam serangan pertama, sebuah kendaraan militer Israel jenis Humvee di Bukit al-Hammams, selatan kota Khiam, menjadi sasaran serangan. Dalam operasi lainnya, sebuah pusat komando militer Israel di sekitar permukiman Yahmar al-Shaqif dilaporkan dihantam oleh drone tersebut.

Hizbullah juga menyatakan telah meluncurkan rentetan serangan roket ke sebuah markas baru militer Israel di kawasan Maroun al-Ras. Selain itu, konsentrasi kendaraan militer Israel di wilayah Jdeideh Marjeyoun dilaporkan menjadi sasaran serangan roket berat.

Dalam bidang pertahanan udara, Hizbullah mengklaim berhasil menghadapi sebuah drone pengintai Israel jenis Hermes 450 di langit kawasan al-Tuffah dengan menggunakan rudal darat-ke-udara. Menurut pernyataan tersebut, tindakan pertahanan itu memaksa pesawat nirawak tersebut meninggalkan wilayah udara dan mundur dari area operasi.

Perlu dicatat bahwa rincian mengenai operasi militer dan dampaknya di atas sebagian besar berasal dari pernyataan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik dan mungkin belum dapat diverifikasi secara independen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *