“Netanyahu Gagal”: Lapid Sebut Potensi Kesepakatan Iran–AS Tidak Capai Tujuan Perang Israel

Israel War

Al-Quds, Purna Warta – Mantan Perdana Menteri Israel sekaligus politisi oposisi, Yair Lapid, menyatakan bahwa kemungkinan kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat tidak akan mampu mencapai tujuan perang yang telah dinyatakan oleh rezim Israel.

Dalam unggahan di platform X pada Sabtu, Lapid mengatakan bahwa jika kesepakatan tersebut terwujud, maka struktur pemerintahan Iran akan tetap bertahan dan program rudal Republik Islam Iran juga tidak akan dibongkar.

Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa Iran dan United States kemungkinan akan segera menandatangani sebuah nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri siklus ketegangan akibat eskalasi terbaru dalam konflik tidak langsung dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran. Jika MoU tersebut tercapai, kesepakatan bilateral lanjutan diperkirakan akan menyusul.

Eskalasi yang dimulai pada 27 Februari, serta putaran sebelumnya pada Juni lalu, terjadi di tengah berbagai laporan mengenai provokasi Israel yang melatarbelakanginya.

Pada 8 April, sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sepihak di tengah serangan balasan Iran yang dinilai efektif, Lapid juga mengkritik keras gencatan senjata tersebut dan menyebutnya sebagai “bencana politik” bagi Benjamin Netanyahu.

Ia menambahkan bahwa Tel Aviv “bahkan tidak berada di meja perundingan ketika keputusan yang menyangkut inti keamanan kami dibuat.”

Lapid juga menegaskan bahwa Netanyahu “gagal secara politik dan strategis dalam mencapai bahkan satu pun dari tujuan yang ia tetapkan sendiri.”

Seperti pada agresi sebelumnya terhadap Iran, gelombang eskalasi kedua juga direspons dengan serangan balasan besar-besaran oleh angkatan bersenjata Iran terhadap target-target sensitif dan strategis milik Amerika Serikat dan Israel di berbagai kawasan.

Serangan balasan tersebut terjadi dalam sedikitnya 100 gelombang operasi, yang setiap tahapnya membuat jutaan pemukim ilegal berlindung di tempat perlindungan, serta diikuti oleh laporan kerusakan besar di wilayah pendudukan.

Selain itu, Iran juga disebut menutup Strait of Hormuz bagi pihak-pihak yang dianggap musuh sebagai respons atas serangan ilegal tersebut, yang kemudian mengguncang pasar energi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *