Al-Quds, Purna Warta – Seorang remaja Palestina berusia 17 tahun gugur dalam serangan para pemukim di Hebron, sehingga jumlah warga Palestina yang gugur akibat serangan pemukim sejak awal tahun meningkat menjadi 25 orang.
Kementerian Kesehatan Palestina pada Jumat mengumumkan bahwa Karim Sind Shalaldeh, remaja berusia 17 tahun asal kota Sa’ir, timur laut Hebron, gugur setelah terkena tembakan para pemukim Zionis di kawasan Hamroush.
Menurut kantor berita resmi Palestina WAFA, sejumlah pemukim bersenjata pada Jumat menyerbu rumah-rumah warga Palestina di desa Hamroush dan melepaskan tembakan.
Laporan menyebutkan bahwa remaja Palestina tersebut terkena tembakan di bagian dada. Meskipun para dokter telah berupaya menyelamatkannya, ia akhirnya meninggal dunia akibat kondisi kesehatannya yang memburuk.
Dalam serangan tersebut, seorang warga Palestina berusia 70 tahun juga terluka akibat tembakan peluru tajam. Para pemukim kemudian membakar salah satu rumah warga Palestina dan menyebabkan kerusakan material yang cukup besar.
Dengan gugurnya remaja tersebut, jumlah warga Palestina yang telah gugur dalam serangan para pemukim di Tepi Barat sejak awal 2026 meningkat menjadi 25 orang.
Laporan menunjukkan bahwa para pemukim Zionis telah melakukan sedikitnya 3.488 serangan di Tepi Barat selama paruh pertama 2026. Serangan-serangan tersebut menyebabkan 17 warga Palestina gugur, memaksa 26 komunitas Badui mengungsi secara keseluruhan maupun sebagian, serta memunculkan 42 pos permukiman baru, yang sebagian besar berupa pos yang berorientasi pada peternakan.
Desa Hamroush, yang terletak di wilayah Sa’ir, timur laut Hebron, merupakan salah satu kawasan yang terus menjadi sasaran serangan dan ancaman para pemukim karena lokasinya yang berdekatan dengan permukiman Zionis.


