Kecaman Global: Intersepsi Armada Gaza oleh Israel Picu Protes, Mogok Massal, dan Pengusiran Diplomatik

Flotilla

Gaza, Purna Warta – Penyitaan armada sipil yang menuju Jalur Gaza yang terkepung oleh Israel memicu kecaman global, dengan aksi protes, seruan mogok di Eropa dan Amerika Latin, serta pengusiran diplomatik, sementara berbagai pemerintah mengecam tindakan terhadap aktivis tak bersenjata tersebut.

Baca juga: Dana Pensiun Terbesar di Eropa ABP Jual Saham Caterpillar karena Genosida di Gaza

Angkatan laut Israel mencegat 13 kapal dari total 50 kapal dalam Global Sumud Flotilla saat mendekati pantai Gaza, menahan para aktivis serta mengacaukan komunikasi untuk menghentikan siaran langsung insiden itu.

Menurut juru bicara flotilla, Saif Abukeshek, pasukan Israel menahan lebih dari 200 peserta, termasuk kelompok dari Spanyol, Italia, Turki, dan Malaysia.
Meski ada penahanan, ia menambahkan, sekitar 30 kapal lain tetap berlayar dengan tekad menembus blokade Gaza.

Turki mengecam intersepsi itu sebagai serangan berbahaya terhadap warga sipil yang damai di perairan internasional, menyebut kebijakan Israel sebagai genosida dan bertanggung jawab atas kelaparan di Gaza.

Penyitaan tersebut memicu protes global, kecaman diplomatik, dan ancaman mogok massal terhadap entitas pendudukan yang selama berbulan-bulan melarang sekitar dua juta warga Palestina di wilayah pesisir yang dilanda perang itu menerima bantuan kemanusiaan dasar.

Di Italia, di mana sebelumnya telah diorganisir mogok umum sebagai solidaritas terhadap armada tersebut, ribuan orang turun ke jalan mendukung Global Sumud Flotilla yang mengangkut sekitar 500 orang dari 37 negara, termasuk anggota parlemen, pengacara, dan aktivis seperti Greta Thunberg.

Demonstrasi juga pecah di Brussel, Athena, Buenos Aires, dan Berlin, sementara pemerintah Spanyol mendesak Israel untuk melindungi hak serta keselamatan para penumpang armada.

Di Roma, ratusan orang meneriakkan “blokir semuanya” di dekat stasiun kereta utama, sehingga otoritas membatasi akses dan menutup beberapa stasiun metro. Aksi pro-Palestina juga berlangsung di Milan, Turin, dan Genoa. Di Napoli dan Pisa, pengunjuk rasa sempat menduduki peron dan memblokir kereta.

Di Bologna, ribuan orang berbaris membawa bendera dan spanduk. Media Italia memperkirakan sekitar 10.000 orang berdemo di Roma, dengan televisi lokal berspekulasi soal nasib beberapa anggota parlemen Italia yang ikut dalam armada.

Baca juga: Jurnalis Palestina Freelance Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza

Dua serikat pekerja terbesar Italia menyerukan mogok umum pada Jumat berikutnya. Serikat CGIL menyebut tindakan Israel terhadap kapal sipil yang membawa warga negara Italia sebagai “sangat serius,” sementara serikat USB bersumpah memblokade pelabuhan Genoa. Dalam beberapa pekan terakhir, para buruh pelabuhan telah mencegah kapal terkait Israel untuk berlabuh atau memuat barang, menargetkan apa yang mereka sebut kapal dagang yang terhubung dengan Israel.

Kementerian Luar Negeri Turki mengecam keras aksi itu sebagai “serangan” dan “tindakan teror” yang membahayakan nyawa warga sipil. Menteri luar negeri Irlandia menyebut armada itu sebagai “misi damai” untuk menyoroti krisis kemanusiaan parah; seorang senator Irlandia turut berada di kapal, sementara Sinn Féin menuduh Israel melakukan “penculikan” terhadap para tahanan.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengusir seluruh diplomat Israel yang tersisa atas apa yang ia sebut sebagai kejahatan internasional baru oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia juga menuntut pembebasan dua perempuan Kolombia yang ditahan pasukan Israel saat menjalankan misi solidaritas dalam armada tersebut.

Meksiko, pada gilirannya, mendesak Israel menghormati hak warga negaranya di luar negeri. Brasil menyerukan agar Israel segera dan tanpa syarat mencabut semua pembatasan terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Perdana Menteri Malaysia mengecam intersepsi itu, menegaskan bahwa kapal-kapal tersebut mengangkut warga sipil tak bersenjata dan bantuan vital, serta berjanji menempuh jalur hukum untuk menuntut pertanggungjawaban. Relawan Malaysia ikut serta dalam armada, termasuk penyanyi Zizi Kirana, yang mengunggah video laporan penahanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *