Amsterdam, Purna Warta – Dana pensiun terbesar di Eropa telah melepaskan seluruh sahamnya di perusahaan alat berat asal Amerika Serikat, Caterpillar, dengan alasan etis terkait pasokan mesin perusahaan itu kepada rezim Israel selama perang genosida yang berlangsung terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Baca juga: Jurnalis Palestina Freelance Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza
ABP asal Belanda, perusahaan dana pensiun terbesar di Eropa dengan tiga juta pegawai pemerintah dan sektor pendidikan di negeri itu, mengumumkan pada Rabu bahwa mereka menjual seluruh kepemilikan sahamnya di perusahaan Fortune 500 asal AS tersebut.
“Pendekatan investasi kami harus memastikan hasil yang baik sekaligus tetap bertanggung jawab secara sosial,” kata ABP dalam pernyataannya kepada media.
ABP menambahkan, ketika sebuah perusahaan gagal memenuhi standar yang telah ditetapkan, biasanya dilakukan dialog. Namun, “jika dialog tersebut tidak menghasilkan hasil yang diinginkan, ABP akan berhenti berinvestasi pada perusahaan-perusahaan tersebut.”
Caterpillar Inc., atau lebih dikenal dengan Cat, merupakan produsen alat konstruksi, pertambangan, dan rekayasa terbesar di dunia.
Sementara itu, berbagai waralaba Barat terus diboikot, ditarik investasinya, dan dikenai sanksi di seluruh dunia karena mendukung pasukan Israel dalam menjalankan genosida di Gaza.
Baca juga: Tucker Carlson: Perwira Israel Kuasai Rapat Pentagon selama Perang Israel-Iran pada Juni
Sejumlah perusahaan AS lainnya yang menjadi target antara lain McDonald’s, KFC, Starbucks, Burger King, Pizza Hut, dan Papa John’s, serta merek-merek seperti Coca-Cola, Pepsi, Wix, Puma, dan Zara yang memiliki sikap pro-Israel atau hubungan finansial dengan rezim Tel Aviv.
Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) adalah sebuah gerakan non-kekerasan yang dipimpin Palestina untuk mendorong aksi boikot, penarikan investasi, dan pemberian sanksi ekonomi terhadap Israel.


