Iran Batal Menang, Mehdi Taremi Semprot FIFA Standard Ganda

Purna Warta – Timnas Iran tak hanya berjuang menghadapi lawan-lawannya di lapangan sepanjang Piala Dunia 2026. Mereka juga harus menghadapi berbagai persoalan di luar pertandingan yang dinilai mengganggu persiapan dan performa tim.

Status Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah disebut menjadi bagian dari akar persoalan yang dialami Iran. Sejumlah kendala, mulai dari masalah visa hingga pengaturan perjalanan, membuat persiapan Team Melli jauh dari ideal.

Situasi tersebut bahkan membayangi hasil imbang Iran melawan Mesir pada laga fase grup. Seusai pertandingan, kapten Mehdi Taremi meluapkan kekecewaannya kepada FIFA yang dinilai gagal memenuhi janjinya untuk membantu tim.

Tak hanya Taremi, pelatih Amir Ghalenoei juga ikut menyuarakan protes keras. Keduanya menilai Iran diperlakukan tidak adil selama menjalani turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Kemarahan Mehdi Taremi mencuat setelah Iran terus menghadapi persoalan logistik sejak awal turnamen. Sebanyak 11 pejabat senior tim dilaporkan tidak bisa bergabung karena terkendala visa.

Taremi mengungkapkan bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mendatangi ruang ganti Iran usai laga pembuka melawan Selandia Baru. Namun, menurutnya, janji untuk memperbaiki situasi tidak pernah benar-benar diwujudkan.

“Ini adalah Piala Dunia yang penuh bencana; sebuah bencana. Maksud saya, FIFA, mereka harus menyelesaikan setiap masalah di sini tapi sayangnya mereka tidak bisa menyelesaikannya sejak awal. Tuan Infantino datang ke ruang ganti kami setelah pertandingan pertama melawan Selandia Baru dan berkata, ‘Ini baru permulaan’. Kami tidak punya petugas logistik di sini – mereka tidak punya visa,” keluhnya, dilansir Goal.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, turut menyampaikan kekecewaannya terhadap penyelenggaraan turnamen. Ia menilai perlakuan tuan rumah kepada Iran telah merugikan tim sejak sebelum kompetisi dimulai.

Iran sebelumnya harus memindahkan lokasi pemusatan latihan dari Arizona ke Meksiko menjelang turnamen. Keputusan itu diambil akibat konflik militer yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, yang menurut staf pelatih berdampak pada kondisi fisik para pemain.

Meski mengakui Gianni Infantino telah berusaha membantu, Ghalenoei menilai masalah utama justru berasal dari sikap tuan rumah. Ia pun meminta FIFA memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang pada turnamen berikutnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *