Hizbullah Lebanon Menghancurkan Peluncur Iron Dome

Launcer

Al-Quds, Purna Warta – Hizbullah Lebanon dalam salah satu operasinya menghancurkan peluncur sistem pertahanan rudal Iron Dome milik rezim Zionis di dekat situs militer “Jal al-Allam” menggunakan drone bunuh diri.

Baca juga: Haaretz Klaim Trump Ingin Akhiri Perang

Menurut laporan kantor berita Mehr yang mengutip Al Mayadeen, Hizbullah Lebanon dalam penjelasan operasi militer terbarunya terhadap Israel menyatakan bahwa mereka telah menargetkan dan menghancurkan salah satu peluncur rudal sistem anti-rudal Iron Dome Israel di kawasan Jal al-Allam menggunakan drone bunuh diri.

Hizbullah juga mengumumkan serangan terhadap konsentrasi pasukan Israel di permukiman Deir Siryan.

Dalam pernyataan lain, kelompok perlawanan Lebanon tersebut menyebut telah menyerang kumpulan tentara Israel serta sebuah kendaraan lapis baja “Namira” di Bint Jbeil.

Hizbullah Lebanon juga menyatakan bahwa mereka menargetkan sebuah tank Merkava milik tentara Israel di kawasan Al-Bayyadah, Lebanon selatan, menggunakan drone.

Sebelumnya, militer Israel mengakui bahwa sejak pagi hari Hizbullah telah meluncurkan beberapa drone dan quadcopter ke arah pasukan Israel di Lebanon selatan. Menurut media Israel, lebih dari 10 tentara terluka dalam serangan tersebut dan kemungkinan terdapat korban tewas, namun Tel Aviv disebut melakukan sensor terhadap informasi itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, Hizbullah semakin intens menggunakan drone kamikaze dan quadcopter bersenjata untuk menyerang posisi militer Israel di perbatasan utara. Penggunaan drone dianggap lebih sulit dicegat dibanding roket konvensional.

Sejumlah analis militer menilai sistem Iron Dome Israel menghadapi tantangan besar akibat serangan simultan menggunakan drone murah, rudal jarak pendek, dan roket dalam jumlah besar. Hizbullah disebut memiliki arsenal yang jauh lebih besar dibanding Hamas.

Baca juga: Kamala Harris Sebut Serangan Trump ke Iran “Omong Kosong” dan “Berbahaya”

Bentrokan lintas perbatasan antara Israel dan Hizbullah meningkat sejak pecahnya perang Gaza. Israel beberapa kali menyerang wilayah Lebanon selatan, sementara Hizbullah menyatakan aksinya sebagai dukungan terhadap Palestina di Gaza.

Amerika Serikat, Prancis, dan beberapa negara Timur Tengah berulang kali memperingatkan risiko meluasnya konflik menjadi perang regional penuh antara Israel dan Hizbullah, yang dapat melibatkan Iran dan aktor regional lainnya.

Puluhan ribu warga di Lebanon selatan maupun Israel utara telah mengungsi akibat serangan roket dan artileri yang terus berlangsung di kawasan perbatasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *