Gaza, Purna Warta – Gerakan Perlawanan Islam Hamas memperingati hari syahid pemimpin Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah, sekaligus menyerukan solidaritas di antara gerakan-gerakan perlawanan di kawasan.
Baca juga: Jihad Islami: Rencana Gaza Trump-Netanyahu Dimaksudkan untuk Melanggengkan Agresi terhadap Palestina
Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, bertepatan dengan peringatan tahun pertama atas syahidnya Nasrallah dalam serangan Israel, Hamas memberikan penghormatan kepada Nasrallah dan para pemimpin perlawanan yang gugur bersamanya.
“Rakyat kami, seluruh kekuatan perlawanan di Palestina, serta semua orang merdeka di dunia, mengenang tanggal 27 September—hari ketika entitas Zionis melakukan kejahatan dengan membunuh Syahid Sayyid Hasan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, bersama sejumlah pemimpin perlawanan yang gugur, dalam upaya untuk menghentikan Hizbullah dari melanjutkan dukungan dan bantuannya bagi rakyat Palestina serta perjuangan perlawanan heroik mereka,” demikian pernyataan Hamas.
Gerakan perlawanan itu menegaskan kontribusi besar Nasrallah terhadap perjuangan Palestina dan menekankan bahwa pengorbanan yang dilakukan Hizbullah serta para pemimpinnya tidak terpisahkan dari pengorbanan rakyat Palestina—keduanya berjuang menuju tujuan bersama, yaitu pembebasan Al-Quds (Yerusalem) dan Masjid Al-Aqsa.
“Kami mengenang dengan penuh penghargaan sikap heroik dan peran mulia Yang Mulia Pejuang dan Syahid Sayyid Hasan Nasrallah dalam mendukung, membantu, serta membela perlawanan Palestina dalam pertempuran heroik yang masih berlangsung (Banjir Al-Aqsa),” lanjut Hamas.
Hamas menegaskan bahwa pola pembunuhan terarah yang dilakukan entitas Zionis sepanjang sejarah selalu gagal melemahkan tekad perlawanan, dan justru semakin menguatkan determinasi mereka untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Selain itu, Hamas menyampaikan solidaritasnya kepada Lebanon, yang saat ini menghadapi penindasan dan agresi. Gerakan perlawanan itu menyeru bangsa-bangsa Arab dan Islam untuk mendukung Lebanon di masa kritis ini serta memperkuat barisan persatuan menghadapi ancaman berkelanjutan dari penjajah.
Baca juga: Survei Baru Menunjukkan Publik Amerika Menolak Pengiriman Senjata Tambahan ke Israel
Pernyataan Hamas ditutup dengan seruan kerja sama antarnegara Arab dan Islam untuk memperkuat ketahanan Lebanon dan menjamin stabilitasnya di tengah berbagai tantangan yang sedang berlangsung.


