Bangkok, Purna Warta – Jamuan makan besar yang sedianya digelar untuk memperingati Rosh Hashanah, Tahun Baru Yahudi, di Pulau Phuket, Thailand, dibatalkan setelah berlangsungnya aksi protes pro-Palestina di sekitar lokasi.
Pembatalan tersebut dilakukan atas permintaan apa yang disebut sebagai pejabat keamanan Israel, yang menyatakan kekhawatiran bahwa aksi protes lokal terhadap acara tersebut dapat berubah menjadi kekerasan dan memicu bentrokan.
Keputusan itu diambil setelah sekitar 500 warga Thailand menggelar demonstrasi pro-Palestina selama beberapa jam di dekat Chabad House pada Jumat. Dalam aksi tersebut, terlihat sejumlah poster bertuliskan “SELAMATKAN PHUKET, TIDAK ADA ISRAEL” (SAVE PHUKET NO ISRAEL) serta terdengar seruan seperti “Bebaskan Palestina” (Free Palestine).
Chabad House setempat, yang menjadi penyelenggara acara tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat bahwa, “atas permintaan pejabat keamanan Israel, kami sangat menyesal harus membatalkan acara ini. Mohon jangan mendekati area tersebut.”
Pesan yang dikirimkan kepada mereka yang telah mendaftarkan diri untuk menghadiri jamuan perayaan tersebut menyebutkan bahwa “para pengunjuk rasa dapat berubah menjadi tindakan kekerasan dan situasinya berbahaya.”
Penyelenggara acara Rosh Hashanah di Phuket sebelumnya mengatakan akan mengurangi jumlah tamu dari 1.000 menjadi 800 orang serta mengakhiri acara pada pukul 21.00 waktu setempat (14.00 GMT) guna meredakan kekhawatiran terkait keamanan. Namun, pada akhirnya acara tersebut dibatalkan sepenuhnya.
Demonstrasi anti-Israel itu berlangsung setelah beberapa hari aksi protes terhadap warga Israel di pulau tersebut, serta di ibu kota Thailand, Bangkok.
Pada Kamis, sejumlah besar warga Thailand berkumpul untuk memprotes wisatawan Israel di luar Kedutaan Besar Israel di Bangkok.
Aksi tersebut dipimpin oleh Sondhi Limthongkul, aktivis nasionalis konservatif berusia 78 tahun yang dikenal anti-Amerika. Ia menyerahkan surat kepada Duta Besar Israel Alona Fisher-Kamm, yang memperingatkan bahwa pusat-pusat Chabad tengah memperoleh tanah di Thailand untuk “mempromosikan tujuan yang dirancang dan didanai oleh jaringan Zionis global.”
Setelah itu, Sondhi Limthongkul pergi ke Phuket untuk memimpin aksi protes pada Jumat.
Pekan lalu, seorang warga Israel dideportasi dari Thailand setelah dinyatakan bersalah karena mengancam pemilik sebuah kebun binatang yang terletak di pulau wisata Koh Samui. Kebun binatang tersebut diketahui memasang bendera Palestina.
Perekonomian Thailand sangat bergantung pada sektor pariwisata. Namun, Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menegaskan bahwa negara Asia Tenggara tersebut tidak dapat “berdiam diri” apabila para wisatawan bertindak merugikan Thailand atau warga Thailand.


