Survei Baru Menunjukkan Publik Amerika Menolak Pengiriman Senjata Tambahan ke Israel

Senjata As

Washington, Purna Warta – Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa dukungan publik Amerika terhadap kampanye militer Israel di Jalur Gaza semakin menurun, seiring dengan perang berdarah yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan melukai banyak lainnya di wilayah pesisir yang terkepung.

Baca juga: Peraih Nobel Perdamaian Serukan Penangkapan Netanyahu di Argentina

Survei yang dilakukan oleh The New York Times bekerja sama dengan Siena Research Institute itu mengungkapkan bahwa sedikit lebih dari setengah, tepatnya 51 persen, peserta menentang pemberian “bantuan ekonomi dan militer lebih lanjut kepada Israel.”

Sekitar 35 persen responden menyatakan penolakan keras terhadap pemberian bantuan ekonomi dan militer kepada Israel, berbanding dengan hanya 19 persen yang secara tegas mendukung langkah tersebut.

Kurang lebih 40 persen responden juga menjawab “ya” ketika ditanya, “Apakah Anda berpikir Israel sengaja membunuh warga sipil?”

Sementara itu, mayoritas lebih besar, yakni 62 persen, menilai bahwa Israel “tidak melakukan langkah yang cukup untuk mencegah jatuhnya korban sipil.”

Sebaliknya, hanya 25 persen yang percaya bahwa “Israel sudah mengambil langkah yang memadai untuk mencegah korban sipil.”

Pemerintahan Presiden Donald Trump terus memasok senjata dan dukungan militer tambahan untuk Israel dalam konflik di Gaza, di samping puluhan juta dolar pendanaan kepada Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang kontroversial, sebuah lembaga distribusi bantuan yang beroperasi dengan model militerisasi dan telah menewaskan ratusan warga Palestina.

Pekan lalu, The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump tengah mengupayakan otorisasi kongres untuk menjual senjata senilai lebih dari 6 miliar dolar AS ke Israel, termasuk helikopter serang Apache, serta tambahan 1,9 miliar dolar untuk 3.250 kendaraan tempur infanteri.

Baca juga: Pejabat Israel Kecam Netanyahu karena Minta Maaf kepada Qatar atas Serangan Tanpa Provokasi

Militer Israel telah melancarkan ofensif brutal di Gaza sejak 7 Oktober 2023, mengabaikan seruan internasional untuk gencatan senjata, yang telah mengakibatkan sedikitnya 66.055 warga Palestina tewas—sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Serangan udara tanpa henti juga telah meluluhlantakkan wilayah tersebut dan menyebabkan krisis pangan yang parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *