Hamas: Diamnya Dunia atas Pembunuhan Anak-Anak Palestina di Gaza Merupakan Bentuk Keterlibatan dalam Genosida Israel

Murdered

Gaza, Purna Warta – Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan bahwa sikap diam masyarakat internasional terhadap pembunuhan anak-anak Palestina di Jalur Gaza merupakan bentuk keterlibatan langsung dalam apa yang disebutnya sebagai genosida yang dilakukan oleh Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah seorang anak perempuan Palestina gugur pada Senin malam akibat serangan udara Israel yang menghantam tenda-tenda darurat tempat berlindung keluarga-keluarga pengungsi di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan.

Dalam keterangannya, Qassem mengatakan bahwa anak tersebut merupakan korban terbaru dari puluhan ribu anak Palestina yang telah terbunuh akibat pemboman, kelaparan, penolakan akses terhadap layanan kesehatan, teror, serta kehilangan orang tua akibat perang.

“Kejahatan ini terus berlanjut sementara dunia melihat, mendengar, tetapi tidak melakukan apa pun,” ujar Qassem. Ia menilai sikap diam komunitas internasional sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam genosida yang menurutnya sedang berlangsung.

Qassem juga mengkritik keras negara-negara anggota Liga Arab, partai politik, parlemen, para ulama, dan kalangan elite Arab yang dinilainya gagal mengambil langkah nyata dalam menghadapi situasi di Gaza.

Selain itu, ia mengecam Otoritas Palestina> karena dinilai hanya menjadi penonton pasif atas pembantaian yang terjadi di Gaza, seolah-olah peristiwa tersebut tidak terjadi di wilayah Palestina.

Menurut Qassem, seluruh pihak yang memilih untuk tetap diam akan dimintai pertanggungjawaban atas darah anak-anak dan seluruh warga Palestina yang gugur dalam perang yang sedang berlangsung.

Sumber-sumber medis di Gaza menyatakan sedikitnya delapan warga Palestina, termasuk dua anak-anak, tewas akibat serangan udara Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Senin. Lebih dari 40 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Dalam pernyataan sebelumnya, Qassem menggambarkan kondisi Gaza sebagai “luka yang terus menganga”, dengan duka dan rasa takut yang terus membayangi kehidupan masyarakat.

Ia juga menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam, lembaga-lembaga internasional, para ulama, serta perwakilan diplomatik untuk mengambil tindakan nyata. Qassem mempertanyakan keberadaan negara-negara sahabat Palestina, kedutaan besar, organisasi internasional, lembaga keagamaan, serta Liga Arab dalam menghadapi krisis kemanusiaan tersebut.

Hamas menegaskan akan terus berada di garis depan perjuangan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel, sekaligus menyoroti sikap diam berbagai pihak yang selama ini mengaku mendukung perjuangan Palestina namun dinilai tidak mengambil langkah konkret.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban tewas sejak dimulainya perang di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.058 orang, sementara 173.488 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kementerian tersebut juga menyebutkan bahwa sejak diberlakukannya gencatan senjata, sebanyak 1.045 warga Palestina dilaporkan tewas, 3.380 orang terluka, dan 786 jenazah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *